Paradise Ichiza adalah grup teater khusus manula yang didirikan Ryuzanji. Berlatar kisah kepergian sang ibunda, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Direktur Panggung Jepang itu menceritakannya beberapa waktu lalu.
"Ibu saya yang sudah tua sampai akhir hayatnya, saya urus baik-baik. Saat itu, saya berpikir, orang-orang tua atau manula sangat menarik untuk dipelajari. Kenapa tidak membuat sebuah grup teater," katanya di Komunitas Salihara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak: 'Janji Kang Jait', Pameran Kontemporer Kolaborasi Seni dan Fashion
"Dan dia meninggal dunia pas usia 95 tahun. Tapi setiap tahunnya, dia ikut pementasan dan latihan seperti orang-orang pada umumnya," kenang Ryuzanji.
Pria kelahiran Arao, Kumamoto 1974 silam merupakan pemimpin generasi kedua dari gerakan teater kecil Jepang selama lebih dari 30 tahun. Karya panggungnya lebih dari 250 karya yang merupakan prestasi tak tertandingin di dunia teater di Jepang. 'Bluberard's Castle', 'Educating Mad Persons', 'The Love Crazed Samurai', 'High Life', dan 'Urinetown' adalah beberapa karya yang diproduseri dan telah dipentaskan di Jepang dan beberapa negara lainnya.
Selain Paradise Ichiza, Ryuzanji juga diketahui mendirikan Rakujuku pada 1998 yakni kelompok teater di atas usia 45 tahun. Pada 2012, Rakajuku tampil di Fringe Festival in Victoria, Kanada, dan memenangi hadiah Kelompok Terbaik untuk naskah 'Hanafuda Denki'.
Mengapa Ryunzanji mau mendirikan grup teater khusus manula dan yang berusia 45 tahun ke atas?
"Teater itu bisa buat siapa saja, tidak harus terhalang oleh usia tua, renta, atau dewasa. Siapa pun bisa main teater," pungkasnya.
Kini, Ryuzanji Company tengah menggelar tur pertunjukan 'Kera Sakti' di empat kota Tanah Air. Perhelatan akan dimulai pada 11-12 Maret di Teater Salihara Jakarta. Dilanjutkan 16 Maret di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Taman Wisata Candi Borobudur di Magelang pada 19 Maret. Serta terakhir di Pulau Dewata pada 23 Maret.
(tia/tia)











































