Buku yang berjudul 'Pape SatΓ n Aleppe: Chronicles of a Liquid Society' itu adalah kumpulan esei yang pernah dimuat di majalah mingguan Italia L'Espresso. Penerbit Eco, La Nave di Teseo yang akan merilisnya.
Dalam sebuah wawancara, kepala penerbitan La Nave Elisabetta Sgarbi mengatakan bahwa buku baru Eco sangat ironis dan Eco menulisnya tak kenal lelah. "Saya benar-benar memikirkan Eco sebelum dirinya meninggal dunia," ujarnya seperti dilansir dari Guardian, Rabu (24/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Via Jacini di rumah kami, kami berharap untuk melihat dia bekerja lagi. Dan buku terakhir yang ditulisnya didedikasikan untuk Eco," lanjutnya.
Perusahaan penerbitan tersebut terbentuk karena beberapa penulis terkenal termasuk Eco ingin menyaingi monopoli penerbit Italia yang dimiliki oleh keluarga Mantan Perdana Menteri Italia dan miliarder Silvio Berlusconi. Eco sendiri menyumbangkan tabungannya sekitar 38% untuk penerbitan La Nave.
'Pape SatΓ n Aleppe: Chronicles of a Liquid Society' adalah kalimat pembuka dari Canto VII di 'Inferno'. Judulnya memang cukup kontroversial karena berarti 'doa setan'.
"Tapi judulnya sebenarnya mengartikan kebingungan yang terjadi di zaman kita," pungkasnya.
Sedangkan publikasi atau tanggal rilis dari terjemahan 'Pape SatΓ n Aleppe: Chronicles of a Liquid Society' dalam bahasa Inggris sampai sekarang belum diumumkan oleh penerbit Harvill Secker. Sepanjang hidupnya, Eco telah menulis 7 buah novel, 3 buku anak-anak, dan beragam katalog esei dan buku non-fiksi.
(tia/mmu)











































