Intip Dua Penghargaan Bergengsi di Singapore Art Week 2016

Laporan dari Singapura

Intip Dua Penghargaan Bergengsi di Singapore Art Week 2016

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 22 Jan 2016 13:23 WIB
Intip Dua Penghargaan Bergengsi di Singapore Art Week 2016
Foto: Prudential Eye Awards
Singapura - Berbagai galeri, museum, dan institusi seni yang ada di Singapura bahu membahu memeriahkan gelaran Singapore Art Week 2016 yang berlangsung sejak 16 Januari lalu. Di antara banyaknya agenda dan pameran seni, ada dua penghargaan bergengsi yang tidak boleh dilupakan.

Sama-sama digelar 19 Januari lalu dan sebelum kedatangan detikHOT menghadiri undangan Singapore Art Museum, penghargaan The Joseph Balestier untuk kebebasan dalam berkarya dan berkesenian berhasil memenangkan seniman Singapura Lee Wen. The Joseph Balestier menjadi salah satu rangkaian dari Art Stage Singapore 2016.

Dia adalah salah satu pionir dalam performance art yang ada di Singapura. Dikenal baik lewat seri 'Yellow Man', Lee Wen aktif berkarier sejak 1989 silam. Di tahun 1994, Lee pernah menggelar perfoming arts yang kontroversial dan menuai kritikan tajam. Dari situ, pendanaan dari setiap project-nya berkurang dan dia melanjutkan pekerjaannya di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepuluh tahun kemudian, larangan berkesenian Lee dicabut. Dia pun bebas berkarya di mana saja, kapan saja, khususnya di negara Singapura. Saat malam penganugerahaan, Duta Besar Amerika untuk Singapura Kirk Wagar mengatakan The Joseph Balestier diadakan untuk menghormati seniman atas kebebasannya berbicara.

"Bukan hanya untuk generasi berikutnya dari seniman tapi untuk masyarakat luas, khususnya di Asia Tenggara," ungkapnya.



Warisan artistiknya diakui di mancanegara dan dikoleksi oleh Galeri Nasional Singapura. "Kami juga berharap penghargaan ini mendorong Lee Wen untuk terus menghasilkan karya-karya besar dan menunjukkan kepada seniman Singapura lainnya jalan menuju kesuksesan," lanjut Wagar.

Selain Lee Wen, ada tiga finalis lainnya. Mereka adalah Aye Ko (Myanmar) dan Nguyen Thi Trinh (Vietnam). Di tahun 2015, perupa FX Harsono juga berhasil memenangkan penghargaan The Joseph Balestier.

Selain penghargaan tersebut, di malam yang sama di Sands Theatre, Marina Bay Sands juga digelar penghargaan Prudential Eye Awards 2016. Penghargaan bergengsi yang menjadi rangkaian dari Singapore Art Week 2016 juga diraih oleh seniman Kamboja Svay Sareth di kategori seni kontemporer Asia.

Perjalanan berkesenian Sareth bermula ketika dia melarikan diri dari rumahnya di tahun 1979 demi belajar seni. Tak berjalan mulus, situasi di negaranya membuat dia belajar di sebuah kamp pengungsian. Karena penghargaan yang diterimanya, dia pun berkesempatan pameran di Saatchi Gallery, London dan memenangkan 20 ribu dollar.

Selain dia, seniman India Manish Nai menerima penghargaan seniman terbaik kategori seni lukis, serta perupa asal Bangladesh Shumon Ahmed menang untuk kategori seni fotografi. Huang Po Chich berhasil menang di kategori seni instalasi. Sedangkan kategori seni digital/ video diraih oleh Trinh Thi Nguyen (Vietnam). Sebanyak 39 karya seni dari 15 seniman terpilih kini dipajang di Artscience Museum hingga 27 Maret mendatang!

(tia/ron)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads