"Karyanya mencerminkan simbolisme kapal dan berhubungan dengan masa kolonial dan berdampak kepada sejarah Australia," ucap kurator Suwarno Wisetrotomo, Rabu (23/12/2015).
Baca Juga: Perupa Entang Wiharso Kolaborasi Bareng Seniman Australia Januari 2016
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Selain itu, Sally juga membawa sebuah monumen 'Global Garden' (2015) sebagai representasi sebuah pertunjukan yang digambarkan lewat gabungan potongan dan elemen fotografi. Serta komponen video yang menggabungkan dengan seri terbarunya 'The Choreography of Cutting'. Sedangkan instalasi terbarunya 'Jogja House/Daughter Architect' (2015) mencerminkan abstrak dan merepresentasikan detil rumah Indonesia, teras, taman.
Lalu distrukturkan, dirakit dan dibangun dalam gambar dua dimensi, serta dihubungkan dengan ruang teater untuk pertunjukan atau panggung wayang.
Sally merupakan seniman yang pernah menerima berbagai penghargaan. Seperti Sackler Fellow Artist-in-Residence di the Art and Art History department of the University of Connecticut, sebagai dewan persahabatan di Australia. Ia juga dewan senior di the School of Art, VCA & MCM, Universitas Melbourne, dan mendapatkan penghargaan a major public art commission, 2012 -2014, Shadow Trees, Buluk Park, Melbourne, Australia.
(tia/tia)












































