Dilansir dari Guardian, Jumat (27/11/2015), salah satu seniman sekaligus kurator pameran Cui Gungxia mengatakan eksibisinya ditutup karena satu alasan.
"Alasan pameran kami dibatalkan karena adanya tekanan dari pemerintah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Pertunjukan Sisir Tanah Meriahkan Biennale Jogja XIII
"Pemerintah juga tidak suka jika pameran seninya fokus pada persoalan kekerasan dalam rumah tangga dan kesetaraan gender," ujar Cui.
Salah satu karya seni instalasi yang ditampilkan di dalam galeri adalah bra yang dijahit ke atas puluhan uang kertas Tiongkok. Di atas tampilan uang kertas, terdapat wajah Ketua Mao. Karya seni lainnya adalah seorang wanita yang memegang spanduk memprotes pelecehan seksual yang terjadi terhadap anak-anak.
Maret lalu, lima orang aktivis feminis ditahan setelah berencana mendistribusikan pamflet dan stiker memprotes pelecehan seksual. Nama Cui juga berada dalam daftar seniman yang pernah ditahan oleh pemerintah. Tahun lalu, Cui ditangkap setelah menyuarakan dukungannya terhadap protes pro-demokrasi di Hong Kong.
(tia/tia)











































