Otoritas Beijing Tutup Pameran Seni tentang Feminisme

Otoritas Beijing Tutup Pameran Seni tentang Feminisme

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 27 Nov 2015 09:10 WIB
Otoritas Beijing Tutup Pameran Seni tentang Feminisme
Foto: Guardian
Jakarta - Otoritas Beijing memutuskan untuk menutup pameran seni yang memajang karya-karya feminis di Jinge Art Gallery Rabu pekan ini. Penutupan tersebut dilakukan hanya beberapa jam sebelum pameran dibuka.

Dilansir dari Guardian, Jumat (27/11/2015), salah satu seniman sekaligus kurator pameran Cui Gungxia mengatakan eksibisinya ditutup karena satu alasan.

"Alasan pameran kami dibatalkan karena adanya tekanan dari pemerintah," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia melanjutkan jika pihak berwenang mengatakan pameran seninya diizinkan karena dikira hanya berukuran kecil tapi ternyata sebuah eksibisi yang berskala besar. Pameran tersebut menampilkan 64 seniman Tiongkok yakni 32 perempuan dan 32 laki-laki.

Baca Juga: Pertunjukan Sisir Tanah Meriahkan Biennale Jogja XIII

"Pemerintah juga tidak suka jika pameran seninya fokus pada persoalan kekerasan dalam rumah tangga dan kesetaraan gender," ujar Cui.

Salah satu karya seni instalasi yang ditampilkan di dalam galeri adalah bra yang dijahit ke atas puluhan uang kertas Tiongkok. Di atas tampilan uang kertas, terdapat wajah Ketua Mao. Karya seni lainnya adalah seorang wanita yang memegang spanduk memprotes pelecehan seksual yang terjadi terhadap anak-anak.

Maret lalu, lima orang aktivis feminis ditahan setelah berencana mendistribusikan pamflet dan stiker memprotes pelecehan seksual. Nama Cui juga berada dalam daftar seniman yang pernah ditahan oleh pemerintah. Tahun lalu, Cui ditangkap setelah menyuarakan dukungannya terhadap protes pro-demokrasi di Hong Kong.


(tia/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads