Pameran seni kontemporer terbesar di Asia Art Stage Singapore hadir lagi yang ke-6 kalinya 21-24 Januari tahun depan. Kali ini, menampilkan 143 galeri seni dari 32 negara di 30 kota mancanegara.
Art Stage Singapore 2016 akan dihadirkan sebagai art fair yang inovatif, atraktif, dan mengembangkan seni rupa kontemporer di Asia Tenggara. Dalam temu media terbatas di Artotel Thamrin, pendiri sekaligus Direktur Art Stage Singapore Lorenzo Rudolf mengatakan art fair ini akan lebih besar dari tahun lalu.Β
"Tujuan kami tidak hanya memajang karya-karya seni seniman Asia dan internasional tapi yang terpenting menumbuhkan kepedulian peran seni kontemporer di masyarakat luas," ucapnya, Kamis (19/11/2015).
Baca Juga: Museum London Pamerkan Koleksi Perhiasan Berusia 400 Tahun
Karena itu pula, kata dia, yang terpenting Art Stage Singapore 2016 melanjutkan usahanya untuk memajang karyanya yang memiliki konsep ekosistem, menimbulkan diskusi dan debat di kalangan pelaku seni kontemporer Asia Tenggara.
"Fokusnya di Singapura dan akan menumbuhkan pasar seni yang mengglobal," ucapnya.
Sebanyak 143 galeri seni dari 32 negara yang berpartisipasi di antaranya adalah Argentina, Australia, Tiongkok, Kolombia, Finlandia, Prancis, Jerman, Indonesia, India, Israel, Italia, Jepang, Kazakhstan, Lebanon, Malaysia, Saudi Arabia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uruguay.
Sedangkan 67 galeri seni yang berpartisipasi tahun depan dan berbasis di Singapura meliputi galeri internasional seperti Artinformal (Filipina), ARNDT (Singapura), FOST Gallery (Singapura), Galleria Contonua (Italia), Ota Fine Arts (Singapura), Pearl Lam Galleries (Hong Kong/ Singapura), Richard Koh Fine Art (Malaysia), ShanghART Gallery (China/Singapura), Tomio Koyama Gallery (Jepang/Singapura), Singapore Tyler Print Institute (Singapura), Sundaram Tagore Gallery (Singapura), dan White Cube Gallery (London), dan lain-lain.Β
Simak Juga: Ini Para Seniman yang Ikut Tampil di 'Sardono's Retrospective'
"Tapi sebanyak 72 ekshibitor dari 112 yang ada sebanyak 75 persen berasal dari Asia. 32 galeri seni yang berbasis di Asia," kata Rudolf.
Indonesia sendiri akan berpartisipasi di art fair yang berlangsung sejak 2011 silam. Di antaranya adalah ART:1 Jakarta, D Gallerie Jakarta, Edwin's Gallery Jakarta, Equator Art Projects dari Magelang, Lawangwangi Art Space Bandung, Nadi Gallery jakarta, ROH Projects Jakarta, dan sebagainya.
(tia/ron)
Art Stage Singapore 2016 akan dihadirkan sebagai art fair yang inovatif, atraktif, dan mengembangkan seni rupa kontemporer di Asia Tenggara. Dalam temu media terbatas di Artotel Thamrin, pendiri sekaligus Direktur Art Stage Singapore Lorenzo Rudolf mengatakan art fair ini akan lebih besar dari tahun lalu.Β
"Tujuan kami tidak hanya memajang karya-karya seni seniman Asia dan internasional tapi yang terpenting menumbuhkan kepedulian peran seni kontemporer di masyarakat luas," ucapnya, Kamis (19/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu pula, kata dia, yang terpenting Art Stage Singapore 2016 melanjutkan usahanya untuk memajang karyanya yang memiliki konsep ekosistem, menimbulkan diskusi dan debat di kalangan pelaku seni kontemporer Asia Tenggara.
"Fokusnya di Singapura dan akan menumbuhkan pasar seni yang mengglobal," ucapnya.
Sebanyak 143 galeri seni dari 32 negara yang berpartisipasi di antaranya adalah Argentina, Australia, Tiongkok, Kolombia, Finlandia, Prancis, Jerman, Indonesia, India, Israel, Italia, Jepang, Kazakhstan, Lebanon, Malaysia, Saudi Arabia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uruguay.
Sedangkan 67 galeri seni yang berpartisipasi tahun depan dan berbasis di Singapura meliputi galeri internasional seperti Artinformal (Filipina), ARNDT (Singapura), FOST Gallery (Singapura), Galleria Contonua (Italia), Ota Fine Arts (Singapura), Pearl Lam Galleries (Hong Kong/ Singapura), Richard Koh Fine Art (Malaysia), ShanghART Gallery (China/Singapura), Tomio Koyama Gallery (Jepang/Singapura), Singapore Tyler Print Institute (Singapura), Sundaram Tagore Gallery (Singapura), dan White Cube Gallery (London), dan lain-lain.Β
Simak Juga: Ini Para Seniman yang Ikut Tampil di 'Sardono's Retrospective'
"Tapi sebanyak 72 ekshibitor dari 112 yang ada sebanyak 75 persen berasal dari Asia. 32 galeri seni yang berbasis di Asia," kata Rudolf.
Indonesia sendiri akan berpartisipasi di art fair yang berlangsung sejak 2011 silam. Di antaranya adalah ART:1 Jakarta, D Gallerie Jakarta, Edwin's Gallery Jakarta, Equator Art Projects dari Magelang, Lawangwangi Art Space Bandung, Nadi Gallery jakarta, ROH Projects Jakarta, dan sebagainya.











































