Pandji Pragiwaksono bersama kuasa hukum, Haris Azhar, mediasi dengan Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Novel Bamukmin, pelapor dalam kasus dugaan penistaan agama. Suasana pertemuan dikatakan Pandji sangat santai.
Haris Azhar menjelaskan pertemuan tersebut merupakan inisiatif dari pihak Pandji untuk membuka ruang dialog dengan para pelapor.
"Kami meminta kepada Polda Metro melalui Direskrimum untuk mengadakan semacam dialog dengan para pelapor. Tadi ada lima pelapor, hadir semua," kata Haris Azhar di Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, dialog berlangsung kondusif. Pihak Pandji juga gak menuntut apa-apa dari pertemuan itu.
"Dan tadi proses dialognya difasilitasi dengan baik oleh Polda Metro, yang sangat disiapkan sejak kira-kira mungkin dua minggu yang lalu. Tadi semua hadir, suasana hatinya bagus dalam artian kita dialog dulu. Tidak ada... kami tidak menuntut apa-apa, apalagi kami posisinya sebagai terlapor," bebernya.
"Tapi kami menunjukkan iktikad baik bahwa kami ingin dialog, bertukar pikiran, bertukar informasi, bertukar pandangan. Kira-kira sebetulnya apa latar belakang mereka membuat laporan ke Polda Metro," sambung Haris Azhar.
Dalam dialog tersebut, para pelapor menyampaikan langsung keberatan mereka terhadap materi komedi Pandji. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Novel Bamukmin serta perwakilan organisasi masyarakat dan tokoh agama dari berbagai daerah.
Ia menyebut, seluruh masukan dari pelapor telah ditanggapi langsung oleh Pandji Pargiwaksono dalam forum tersebut.
"Tadi mereka semua menyampaikan catatan-catatan mereka terhadap kinerja seni dari Panji dikomedi tunggal. Tadi dijawab juga sama Panji," kata Haris.
Sementara itu, Pandji Pragiwaksono mengaku telah lama menunggu kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan para pelapor terkait materi stand up comedy Mens Rea. Pandji juga berkesempatan mendengarkan langsung keluh kesah para pelapornya.
"Akhirnya bisa sampai juga, dan saya jadi punya kesempatan untuk mendengar langsung apa yang mereka resahkan. Dan saya juga punya kesempatan untuk menjelaskan balik kepada beliau-beliau," kata Pandji Pragiwaksono.
Pandji sempat mengira pertemuan akan berlangsung tegang. Namun, kenyataannya dialog berjalan santai.
"Dan tadi benar seperti yang Haris katakan, prosesnya sangat... sangat apa ya, sangat santai. Saya yang datang berasumsi mungkin akan ada banyak kejadian, tapi ternyata eh berjalan dengan dingin. Ditutup dengan ketawa-ketawa," cerit Pandji.
Dia berharap, kedua belah pihak dapat saling memahami melalui dialog tersebut.
"Jadi ini proses yang berjalan dengan sangat baik. Moga-moga masing-masing pihak dapat menangkap maksudnya. Saya sih sendiri sudah mengetahui posisi keresahan beliau-beliau dan saya jadikan catatan untuk ke depannya bisa lebih baik. Gitu," harap Pandji Pragiwaksono.
(fbr/pus)











































