Karya lukis dari perupa berusia 42 tahun itu merupakan salah satu pemenang dari 'UOB Painting of Year 2015' yang digelar di empat negara. Yakni, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Komitmen UOB di dunia seni pun dimulai sejak 40 tahun yang lalu di Singapura dan merambah kawasan Asia Tenggara. Di usia penyelenggaraannya yang ke-34, kompetisi bertaraf internasional ini memberikan tempat kepada seniman-seniman bertalenta di kawasan Asia Tenggara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama seniman internasional yang 'lahir' dari penghargaan seni tahunan UOB yakni Goh Beng Kwan, Anthony Poon dan Chua Ek Kay. Wee Ee Cheong, Deputy Chairman and Chief Executive Officer, UOB Group mengatakan Asia Tenggara adalah rumah bagi UOB.
"Salah satu bentuk berbagi dengan masyarakat adalah melalui dukungan kami kepada dunia seni, kami yakin seniman melalui hasil karyanya dapat memberikan inspirasi bagi jiwa dan pikiran, membina budaya kreativitas dan inovasi di masyarakat," ujar Wee Ee Cheong.
Simak: Anggar Prasetyo Raih Penghargaan Seni UOB Tingkat Asia Tenggara
'Exploitation of Fish' dianggap memiliki teknik dan inovasi yang berbeda dari karya seni pelukis lainnya. Ia memenangkan kategori profesional dan mengalahkan lebih dari 600 pelukis yang mendaftar tahun ini di Indonesia.
Ekosistem laut menjadi tema yang diangkatnya. Selintas karyanya tampak tak menarik, tapi jika ditelisik lebih dalam lagi maka ditemukan teknik baru dari lulusan seni lukis ISI Yogyakarta ini. Sejak 9 November, semua hasil karya pemenang dipamerkan di lobi UOB Plaza 1 di 80 Raffles Place.
(tia/mmu)











































