Dari sisi teknik dan kekuatan narasi terhadap sumber daya alam melalui penggunaan beragam simbol, lukisan Anggar mampu memukau dewan juri. Karya lukis dari seniman yang berusia 42 tahun ini merupakan salah satu dari empat pemenang 2015 UOB Painting of the Year yang digelar di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand.
Dalam keterangannya, inspirasi lukisannya didapatkan dari tanggung jawab manusia uuk memelihara ekosistem, mencegah eksploitasi dan sumber hayati laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak: Gudang Tua Sarinah 'Dihidupkan' Lagi di Jakarta Biennale 2015
Tim dewan juri terdiri dari perwakilan dari masing-masing empat negara peserta yakni Edwin Rahardjo, pendiri Edwinβs Gallery dari Indonesia, Dr Thomas Jakob Berghuis, Executive Director Museum MACAN, Yayasan Museum of Modern and Contemporary Art di Nusantara dari Malaysia, Dr Bridget
Tracy Tan, Direktur Institute of Southeast Asian Arts and Art Galleries, Nanyang Academy of Fine Arts di Singapura, dan Professor Vichoke Mukdamanee, Seniman nasional dan dosen di Faculty of Painting, Sculpture and Graphic Arts, Silpakorn University, Thailand.
Para pemenang dari empat negara peserta mendapatkan penghargaan dalam acara yang diadakan di Capitol Theater di Singapura. Tamu kehormatan dalam acara ini adalah Teo Chee Hean, Deputi Perdana Menteri Singapura dan Menteri Koordinator untuk Keamanan Negara.
Berikut daftar lengkap nominasi pemenangnya:
2015 UOB Painting of the Year, Indonesia : Mr Anggar Prasetyo, Exploitation of Fish (Juara 1)
2015 UOB Painting of the Year, Malaysia : Ms Tiong Chai Heing, Stifling
2015 UOB Painting of the Year, Singapura : Mr Benjamin F. Cruz, Building
2015 UOB Painting of the Year, Thailand : Ms Thidarat Chantachua, Jamaah 2
(tia/mmu)











































