Langkah ini dilakukannya secara permanen, bukan toko pop-up yang hanya sementara saja dibangun. Dilansir dari Independent, Rabu (4/11/2015), harga toko yang dijual akan sama dengan situs Amazon.com.
Namun, para pembeli dapat merasakan langsung sensasi pembeli yang tak lagi online di Amazon. Wakil Presiden Amazon Books, Jennifer Cast mengatakan pengalaman selama 20 tahun di jalur online dinilainya cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah berpengalaman menjadi penjual buku online selama 20 tahun dan kini saatnya membangun toko yang berintegrasi," katanya.
Dia menambahkan bahwa buku-buku yang dijualnya berdasarkan penilaian pelanggan, pre-order, penjualan, maupun popularitas di Goodreads. Juga, atas penilaian dari kurator atau juri yang dipilih.
Amazon pun telah bereksperimen dengan toko fisik baru yang berukuran besar dan berencana akan membuka cabang-cabang lainnya. Jika tokonya terbukti sukses, bukan tidak mungkin akan dibuka juga di berbagai negara.
(tia/mmu)











































