Soal Penolakan 'Boikot Budaya' Israel, Ini Penjelasan JK Rowling!

Soal Penolakan 'Boikot Budaya' Israel, Ini Penjelasan JK Rowling!

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 30 Okt 2015 13:24 WIB
Soal Penolakan Boikot Budaya Israel, Ini Penjelasan JK Rowling!
Jakarta -

Pekan lalu, penulis JK Rowling mengambil sikap keras untuk menolak memboikot budaya Israel dan sebagian wilayah Palestina yang didudukinya. Ia bersama 150 penulis dan seniman menandatangani petisi untuk berpendapat menjalin dialog antara dua negara.

Keputusan politik yang banyak membuat kecewa para penggemar Rowling membuatnya kembali menjelaskan secara terperinci. Rowling mengungkapkannya dari metafora buku 'Harry Potter'.

Di 'Harry Potter and the Deathly Hallows', Snape mengajak Dumbledore untuk menemuinya di puncak bukit. Dumbledore pun mengiyakannya dengan mudah tapi terpikir untuk menolaknya. Mengapa Dumbledore mau mengambil risiko tersebut? Padahal, ia tahu Snape bisa membunuhnya di momen itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, Dumbledore mengatakan bahwa ia adalah seorang 'akademisi'.

"Ia percaya bahwa komunikasi dengan cara apapun selalu terbuka. Falsafah hidup yang ada di buku Potter memang benar adanya dan akan selalu mengubah pikiran," ujar Rowling seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (30/10/2015).

"Namun, tentu saja perang fiksi terjadi ketika Snape akhirnya meninggalkan apa yang diikutinya dan Dumbledore membantu Snape melakukannya," lanjutnya lagi.

Rowling kembali menjelaskan alasan bahwa orang-orang Palestina sudah menderita atas ketidakadilan yang dialaminya dan ingin melihat pemerintah Israel bertanggung jawab. Ia senang banyak penggemar yang menjadi antusias dan belajar ada peristiwa apa saja di balik kedua negara tersebut.

Tapi, Rowling memandang boikot budaya justru memecah belah, tindakan diskriminatif serta kontra-produktif.

"Saya hanya mengatakan diskusi tentang moralitas ada di tindakan yang dilakukan Dumbledore karena ia adalah pusatnya moral yang ada di buku. Ia selalu siap bertemu Snape dan pergi ke puncak bukit," ujarnya.

(tia/ron)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads