Dua Mural Raksasa Bertengger di Gedung Komnas Perempuan

Dua Mural Raksasa Bertengger di Gedung Komnas Perempuan

Tia Agnes Astuti - detikHot
Kamis, 15 Okt 2015 13:30 WIB
Dua Mural Raksasa Bertengger di Gedung Komnas Perempuan
Dok.Serrum Studio
Jakarta - Jika sedang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat singgahlah ke Gedung Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di Jalan Latuharhari Nomor 4B. Ada dua buah mural raksasa yang bertengger di dinding gedung itu.

Salah satu penggagas project, MG Pringgotono dari Serrum Studio mengatakan muralnya menjadi bagian dari 17 tahun Tragedi 1998 yang digagas Komnas Perempuan. "Komnas Perempuan lagi mau buat kantornya ini juga sebagai museum dan pusat data, tapi juga memperingati peringatan kekerasan terhadap perempuan," katanya kepada detikHOT, Kamis (15/10/2015).

Baca Juga: Debut Novel Peraih 'Man Booker Prize 2015' Pernah Ditolak Penerbit 78 Kali

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu saja, tapi juga ingin menjadikan kantornya sebagai museum yang bersahabat untuk dikunjungi. Selain mural, di bagian dalam juga digarap menjadi sebuah ruang pamer memoralibia peninggalan korban tragedi '98 dan tim Serrum mengolah data untuk dijadikan visual-visual yang menarik. Idenya pun mengajak seniman untuk berkolaborasi.

"Biar lebih nyaman dan tidak kaku. Karena yang biasanya datang kan mereka yang ingin mengajukan pengaduan," ungkap MG.

Selain MG, masih ada dua orang penggagas lainnya. Mereka adalah Enrico Halim dan Adit dari Grafisosial. Untuk senimannya ada Marishka Soekarna dan Lala Bohang. Serta komunitas Rajut Kejut yang ikut nge-bom dengan kreasi rajutannya.

MG menegaskan bahwa mural di Gedung Komnas Perempuan termasuk satu-satunya gedung milik negara yang permanen dibuatkan mural. "Mungkin ada yang swasta atau LSM, tapi ini punya negara dan patut diapresiasi," tuturnya.

Kini, mural setinggi 11 meter dan memiliki simbol perempuan tersebut dapat dilihat langsung di Gedung Komnas Perempuan Jakarta Pusat. Tak lagi bangunan polos bercat putih, tapi Komnas Perempuan menjadi gedung yang ramah lingkungan dan nyaman bagi para pengunjungnya.

(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads