Awal Oktober ini, Harsono memajang karya-karyanya dalam kurun waktu 1970-an sampai sekarang. Saat pembukaan pameran di Erasmus Huis Jakarta, Duta Besar Rob Swartbol membukanya.
"Tahun lalu bersejarah bagi FX Harsono. Karena Kerajaan Belanda mengapresiasi karya-karya yang diciptakan dengan penghargaan Prince Claus. Sekarang, kita akan melihat seperti apa kritik sosial hasil FX Harsono," katanya, Jumat (2/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Swartbol pun memberikan kenang-kenangan kepada Harsono. Gong yang dibunyikan Harsono merupakan tradisi yang diadakan Erasmus Hus tiap kali membuka suatu eksibisi.
Pameran ini merupakan seleksi dari semesta benda, citra, teks, maupun kata-kata sepanjang perkembangan karya seni FX Harsono. Benda-benda apalah potongan dari karya utuh yang umumnya adalah karya seni instalasi, reproduksi karya, situasi peristiwa pameran, rute penelitian, dan kutipan pernyataan seniman.
Simak: 'Barterin', Pameran Tukar Barang dengan Karya Seni
"Saya memulai periodisasi tahun 1977 di bagian depan galeri. Lalu memutar sesuai kurun waktu sepanjang karier saya sebagai seniman," ucapnya dalam pembukaan.
Ia mengawali debutnya sebagai seniman melalui Gerakan Seni Rupa Baru. Baginya, karya seni kontemporer adalah upaya untuk menciptakan opini tanding terhadap bentuk-bentuk kekuasaan yang menindas.
Pameran 'The Life and the Chaos, Himpunan Arsip dan Benda-benda pada karya FX Harsono diselenggarakan sampai 30 Oktober di Erasmus Huis Jakarta.
(tia/mmu)











































