Patung tersebut beberapa kali mengalami vandalisme. Aksi oknum tak dikenal terakhir kalinya itu membuat ia geram dan tak ingin membersihkannya. Seorang juru bicara istana, memutuskan untuk menutupinya daripada menghapus grafiti.
Baca Juga: Petualangan Tintin Diadaptasi ke Panggung Opera
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gara-gara aksi tersebut, Menteri Kebudayaan Prancis Fleur Pelleri mengutuk vandalisme terhadap patung berbentuk alat kelamin wanita. Ia menyatakannya sebagai sebagai fasis budaya.
Simak: 'Akhir Pekan di Museum' Tampilkan Cerita 3 Pelaut Muda
"Itu adalah tindakan fasis budaya dan menjadi intoleransi," tuturnya.
Tahun lalu, kejadian serupa juga terjadi. Seorang pengacau menyerang karya seni kontroversial lainnya dan menjatuhkan patung raksasa Paul McCarthy di depan Place Vendome di Paris. Patung itu diperdebatkan karena seperti mainan seks.
(tia/mmu)











































