Pengumuman kematian penulis kelahiran Inggris yang telah menulis lebih dari 32 buku tentang kehidupan glamor, seks, dan perselingkuhan ini diumumkan Sabtu akhir pekan lalu. Ia didiagnosa sejak enam tahun lalu.
"Dengan kesedihan mendalam, kami umumkan ibunda kami, Jackie Collins yang meninggal dunia karena kanker payudara," kata juru bicara keluarga tersebut, Melody Karenbrot, seperti dilansir Guardian, Senin (21/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang kariernya, Collins telah menjual bukunya lebih dari 500 juta kopi. Novel-novelnya telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa. Delapan di antaranya diangkat ke layar lebar.
Dalam wawancara terakhirnya dengan Majalah People di kediamannya di Beverly Hills, ia tak menyesal dengan keputusannya merahasikan penyakitnya dari publik. "Saya melakukannya dengan cara saya, seperti perkataan Frank Sinatra. I did it with my way," ujarnya.
Setelah didiagnosa, Collins masih berhasil menuntaskan lima buah buku. "Saya sudah tinggal lama dengan hidup saya dan berkelana ke seluruh dunia. Saya cukup menjadi penulis yang terkenal dan terlaris," ujarnya.
Baru-baru ini ia tengah mempromosikan buku terbarunya berjudul 'The Santangelos'. Buku pertamanya 'When the World is Full of Married Men' terbit pada 1968 dan laris terjual serta menuai kehebohan publik.
(tia/mmu)











































