Sebelumnya 'Je.ja.l.an' pernah dipentaskan di Yogyakarta dan Jakarta pada 2008 silam. Serta di Shizuoka dan Osaka, Jepang di tahun 2010. Pertunjukan yang disutradarai Yudi Ahmad Tajudin ini terus berkembang dan digarap ulang.
'Penjelajahan tematik dan artistik Je.ja.l.an telah menempuh perjalanan panjang dan menghasilkan pertunjukan lainnya," ungkap sang sutradara Yudi Ahmad Tajudin, dalam keterangannya kepada detikHOT, Selasa (11/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertunjukan yang dimaksud adalah 'Tubuh Ketiga' (2010), dan 'Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi' (2015). 'The Streets (Je.ja.l.an)' adalah pertunjukan tentang ruang yang tidak hanya menampilkan lalu lalang kendaraan, barang tapi juga cerita dan negosiasi budaya.

Dirancang untuk merekonstruksi lingkungan dan gambar visual yang dapat ditemui di jalan-jalan kota besar, para penonton juga terasa mengalami kehidupan di jalanan. Ada musisi jalanan, pedagang asongan, tukang koran, penceramah yang suka marah, pekerja kantor menunggu bus, waria yang tinggal di pinggiran, dan sebagainya.
Simak: Rio Motret Persembahkan 17 Cerita Rakyat di Pameran Foto 'Alkisah'
Festival OzAsia adalah festival seni pertama di Australia yang bertujuan untuk memperkenalkan seni dan praktik kebudayaan terbaik dari seluruh wilayah Asia. Diselenggarakan secara berkala di bulan September, festival yang berlangsung sepanjang dua minggu ini menghadirkan rupa-rupa seni pertunjukan, seni rupa dan film kontemporer.
(tia/mmu)











































