Dituduh memplagiat sebuah cerita pendek milik penulis Jepang, peraih penghargaan bergengsi tingkat dunia 'Man Asia Literary' ini akhirnya meminta maaf kepada netizen. Ia mengakui memang ada kemiripan di cerita yang ditulisnya tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Kyunghang Shinmun, Shin Kyung-sook mengungkapkan penyesalannya atas kontroversi tersebut.
"Saya meminta maaf kepada publik dan para penggemar yang setia membaca karya saya. Serta pecinta sastra dan orang-orang yang mengenal saya. Semuanya salahku," ucapnya dilansir berbagai sumber, Rabu (17/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama dengan penulis lainnya Kim In-suk dan Gong Ji-young ia dikenal sebagai kelompok '386 Generation'. Ia juga banyak meraih penghargaan di negaranya. Di antaranya penghargaan bagi penulis muda dari Kementerian Kebudayaan Korea Selatan, Hankook Ilbo Literature, Hyundae Literature, Manhae Literature, Dong-in Literary, Yi Sang Literary, dan Oh Young-su Literature.
Baca Juga: Penulis Korea Selatan Dituduh Menjiplak Cerpen Jepang
Di tahun 2009, bukunya berjudul 'Please Look After Mom' terjual dua juta kopi di seluruh dunia dan menjadi penulis pertama asal Negeri Ginseng yang meraih penghargaan 'Man Asian Literary' pada 2011.
Karena pemberitaan plagiarisme ini, Kyung-sook berjanji tidak akan berhenti menulis. "Bagaimana pun, karena berita plagiat ini saya bisa saja mengakhiri karir sebagai penulis tapi saya tak bisa hidup tanpa menulis."
Jangan lupa baca Young&Famous #dNewGeneration di detikHOT!
Menurut Korea Times, di tahun 2000 salah satu cerita pendeknya 'The Strawberry Field' dan novel 'The Train' juga pernah dituduh memplagiat. Namun, ia membantah hal tersebut.
(tia/ron)











































