Pusat Kebudayaan Islandia Mengecam Tutupnya Instalasi 'Gereja Jadi Masjid'

Pusat Kebudayaan Islandia Mengecam Tutupnya Instalasi 'Gereja Jadi Masjid'

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 25 Mei 2015 15:10 WIB
Pusat Kebudayaan Islandia Mengecam Tutupnya Instalasi Gereja Jadi Masjid
Jakarta - Setelah kontroversi mengenai karya seni instalasi 'gereja jadi masjid' yang diciptakan oleh seniman Islandia, Christoph Buchel ditutup di pameran seni terbesar di dunia, La Biennale Venezia ke-56. Pusat Kebudayaan Islandia pun mengecam kebijakan tersebut.

Ia mengatakan sejak awal otoritas Venesia sudah menentangnya. "Yang paling mengecewakan, administrasi La Biennale Venezia, belum mendukung sepenuhnys proyek seni ini, padahal pameran seni terbesar di dunia harus mendukung advokasi seni kontemporer. Termasuk karya instalasinya," kata perwakilan The Iceland Art Center, dilansir New York Times, Senin (25/5/2015).

Baca Juga: Instalasi 'Gereja Jadi Masjid' Ditutup Kepolisian Venesia

Menurutnya, pihak pejabat Venice Biennale dan kepala kurator tahun ini, Okwui Enwezor menjaga jarak dengan Paviliun Nasional Islandia. "Memang tidak ada dukungan yang jelas untuk karya seni instalasi ini," ungkapnya.

Sedangkan juru bicara Venice Biennale, Christiano Costanzo mengklaim pihaknya sudah bertemu dengan kepolisian dan pemerintah setempat untuk membicarakan solusinya.

"Kami sudah bertemu dan mengobrol banyak tapi belum menemukan solusinya. Pembangunan tempat ibadah di kotanya harus melalui prosedur perizinan. Mereka tidak memandangnya sebagai karya seni tapi pembangunan tempat ibadah," ucap Costanzo.

Sementara pusat peribadatan Islam berada di Marghera, dan tidak ada masjid di jantung bersejarah Venesia. Bangunan peribadatan terdekat adalah di sepanjang Grand Canal yang biasa dipakai penduduk Turki Ottoman.

Venice Biennale yang ke-56 tahun ini digelar dari 9 Mei sampai 22 November mendatang. Kali ini, pameran yang bertemakan 'All the World's Future' mengajak seniman seluruh dunia yang terlibat untuk memberikan penafsiran baru antara seniman dan situasi dunia belakangan ini.



(Tia Agnes Astuti/Atmi Ahsani Yusron)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads