Ia mengatakan sejak awal otoritas Venesia sudah menentangnya. "Yang paling mengecewakan, administrasi La Biennale Venezia, belum mendukung sepenuhnys proyek seni ini, padahal pameran seni terbesar di dunia harus mendukung advokasi seni kontemporer. Termasuk karya instalasinya," kata perwakilan The Iceland Art Center, dilansir New York Times, Senin (25/5/2015).
Baca Juga: Instalasi 'Gereja Jadi Masjid' Ditutup Kepolisian Venesia
Menurutnya, pihak pejabat Venice Biennale dan kepala kurator tahun ini, Okwui Enwezor menjaga jarak dengan Paviliun Nasional Islandia. "Memang tidak ada dukungan yang jelas untuk karya seni instalasi ini," ungkapnya.
Sedangkan juru bicara Venice Biennale, Christiano Costanzo mengklaim pihaknya sudah bertemu dengan kepolisian dan pemerintah setempat untuk membicarakan solusinya.
"Kami sudah bertemu dan mengobrol banyak tapi belum menemukan solusinya. Pembangunan tempat ibadah di kotanya harus melalui prosedur perizinan. Mereka tidak memandangnya sebagai karya seni tapi pembangunan tempat ibadah," ucap Costanzo.
Sementara pusat peribadatan Islam berada di Marghera, dan tidak ada masjid di jantung bersejarah Venesia. Bangunan peribadatan terdekat adalah di sepanjang Grand Canal yang biasa dipakai penduduk Turki Ottoman.
Venice Biennale yang ke-56 tahun ini digelar dari 9 Mei sampai 22 November mendatang. Kali ini, pameran yang bertemakan 'All the World's Future' mengajak seniman seluruh dunia yang terlibat untuk memberikan penafsiran baru antara seniman dan situasi dunia belakangan ini.
(Tia Agnes Astuti/Atmi Ahsani Yusron)











































