Di sana, ia benar-benar memotret proses pemotongan hewan hingga dagingnya selesai dibersihkan. Ia sering membawa kameranya dan memotret di tempat tersebut. Terkadang gambar bangkai, kerangka maupun jeroan tak luput dari risetnya.
Menurutnya, jeroan melambangkan kebiadaban perang. "Setelah lukisan The Butcher jadi saat saya tak sadarkan diri sebenarnya lukisannya menampilkan gambar hati sapi yang besar dan di sampingnya ada sosok wanita bertubuh tinggi," katanya.
Simak: Hebat! Seniman Ini Bisa Melukis Perang Suriah Saat Pingsan
Shamma mengatakan wanita tersebut adalah tukang potong daging yang melakukan prosesnya dengan halal. Namun, ia sendiri juga tak mengerti mengapa sapuan kuas yang dilukisnya justru menampilkan wajah wanita yang panik, marah, dan menghantui semua obyek wajah yang ada di lukisan Shamma.
"Banyak gambar potret yang saya ubah. Wajahnya tidak realis tapi samar-samar," katanya.
Baca Juga: Seniman Suriah Bikin Lukisan tentang Mimpi Buruk Perang
Saat ia melukis dalam kondisi tidak sadarkan diri atau pingsan, di alam bawah sadarnya selalu ada bayangan hantu yang mengintai dan mengancamnya.
"Ada pengalaman traumatis dari perang saudara ini. Dan saya tidak tahu kenapa," ucap Shamma yang kini pindah ke Inggris.
(Tia Agnes Astuti/Atmi Ahsani Yusron)











































