Sosiolog budaya Tiffany Jenkins mempertanyakan jumlah yang fantastis untuk lukisan Picasso. "Memang benar menghabiskan uang untuk seni tidak akan menyembuhkan kanker atau menghentikan anak-anak dari kematian, tapi mengapa uang tidak dihabiskan untuk kesehatan atau bidang lainnya?"
Menurutnya, lukisan Picasso yang terjual dan mencapai rekor dunia tersebut terjadi akan dua hal. Pertama, barang seni dipandang sebagai investasi global. Kedua, prestise kolektor pribadi yang menginginkan seluruh dunia tahu bahwa ia memiliki lukisannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami atau saya tidak tahu siapa pembelinya, tapi pastinya kita bisa menebak bahwa ia adalah seorang miliarder. Sekarang ia punya lukisan yang seluruh galeri atau museum dunia pasti ingin memburu dan membelinya. Ini semua tentang uang, bukan bicara seni lagi," katanya dilansir dari Guardian, Senin (18/5/2015).
Kontroversi mengenai penjualan rekor dunia ini membuat para penikmat seni, kolektor, dan masyarakat membicarakannya. Harga lukisan yang menampilkan tubuh perempuan dengan gaya Picasso itu awalnya ditaksir hanya mencapai Rp 1,9 triliun.
"Tapi malam itu saat lelang, seakan mendapatkan sensasi dari pasar seni global," ujar penulis seni Sarah Crompton.
Ketika palu akan diketok dengan harga Rp 2,1 triliun ditambah biaya pengiriman dan surat kepemilikan menjadi Rp 2,3 triliun, rekor baru telah ditetapkan. "Dengan begitu karya seni yang dilelang bisa keluar dengan pencapaian tertinggi selama puluhan tahun ini."
Β
(tia/mmu)











































