Tahun ini, Indonesia dipercaya menjadi tamu kehormatan di ajang industri penerbitan bergengsi tersebut. Tak tanggung-tanggung, musik dangdut akan ditampilkan menghibur pengunjung yang hadir saat Frankurt Book Fair 2015.
"Kita punya musisi dan kesenian yang sama seimbangnya dengan dunia internasional. Saya sampaikan jangan kaget kalau dangdut Indonesia akan mengguncang Eropa," ucap Ketua Komite Pertunjukan, Pameran, dan Seminar Slamet Rahardjo saat jumpa pers 'Persiapan Indonesia Menuju Frankfurt Book Fair' di Galeri Nasional Indonesia, Kamis (30/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serta 'West Papua Menyapa' dan kelompok dangdut terkemuka Jakarta. Namun, Slamet belum memutuskan siapa saja penyanyi dangdut yang akan dibawanya ke Franfurt. Mengapa dangdut?
"Permasalahannya bukan kepada artis dangdut atau penyanyi yang akan dibawa tapi yang mau digaris bawahi adalah budaya yang membawa kehangatan ruangan. Dangdut dan orkes Melayu," kata Slamet.
Agenda yang masuk dalam karnaval seni budaya tepi sungai atau 'Ufferfest' ini rencananya akan digelar di Franfurt Book Fair pada 28 hingga 30 Agustus 2015. Panggung Indonesia pun akan menjadi sorotan lebih dari 250 kamera televisi Eropa.
Serta yang terpenting, kata Slamet, jangan sampai pertunjukan yang menghidupkan acara itu hanya dibuat oleh orang Indonesia dan ditonton sendiri. "Harus bisa menghidupkan acara dan yang pasti mereka mulai yakin dengan Indonesia," ucap pemeran Pak Seno 'Filosofi Kopi'.
(tia/mmu)











































