'Simulakra', Bayang Realitas dan Maya di Tari Kontemporer Miroto

- detikHot
Minggu, 19 Apr 2015 12:12 WIB
Jakarta - Setelah proses pengerjaan selama tiga tahun, akhirnya koreografer Miroto mementaskan ciptaan terbarunya berjudul 'Simulakra' di Galeri Indonesia Kaya, Sabtu (18/4/2015). Pertunjukan yang menggunakan sistem telepresensi video call dan teknik holografis pepper's ghost pun pertama kalinya dipentaskan di Indonesia.

Pertunjukan dimulai dari penari wanita berpakaian merah (Mila Rosinta) naik ke atas panggung. Bergerak sebebasnya. Berpadu dengan penari berkepala plontos dan yang bergerak seperti zombie.

Saluang pun berbunyi. Disertai dengan tari Piring yang dibawakan oleh Lora Vianti dari Padang. Serta penari asal Bali (I Wayan Adi Gunarta) yang memakai topeng dan menari Kecak.

"Tiga kota dipilih sebagai tiga budaya yang mewakili Barat, Tengah, dan Timur," ucap Miroto kepada sejumlah wartawan di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Grand Indonesia west mall usai pementasan kemarin.

Simak Juga: Seniman Jepang Pembuat 'Kelamin Wanita' Akhirnya Disidang

'Simulakra', pementasan yang berbatasan antara realitas dan dunia maya itu menampilkan penampilan dari para penari dengan Skype. "Ini live dari Padang dan Bali. Bukan digital recording, konsep seperti ini saya kira yang pertama kali di dunia pertunjukan."

Uniknya di beberapa adegan, perpaduan gerakan dari penari tiga kota itu tampak tidak sama dan tak saling bertabrakan. Kelima penari utama bergerak beriringan dan menjadi satu.

"Ini yang dinamakan roso. Yang tak terlihat dan jauh di sana, kami samakan agar nggak bertabrakan gerakannya," ucap Mila kepada detikHOT.

'Roso' atau diartikan sebagai 'rasa', menurut Mila menjadi penting lantaran penyatuan dari realitas yang ada di GIK dan maya yang ada di dua kota lainnya. "Ada beberapa gerakan yang jadi improvisasi. Yang jelas penyatuannya adalah roso itu."

"Akhir dari cerita yang rada absurd ini diakhiri oleh saya. Apakah ini Simulakra? Itu kejutan yang diberikan ke penonton," tambahnya lagi.

Pementasan 'Simulakra' masih ada dua kali penayangannya lagi hari ini di Galeri Indonesia Kaya (GIK). Pertama pukul 15.00 dan 19.00 WIB. Selamat menikmati!

(tia/ron)