Dilansir dari New York Times, Jumat (13/3/2015), 'Human Resources Department and Alabama Securities Commission' berhasil mewawancarai Lee bulan lalu. Serta telah banyak mengobrol dengan kawan-kawan dan warga di sekitar Lee.
Lee diduga menjadi korban hasutan karena usianya sudah tua. "Saya lebih khawatir bahwa Nelle (panggilan dari Lee) akan hilang kesadarannya dan ada pihak yang memanfaatkan," ucap kakak Lee sebelum meninggal dunia November 2014 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengacara kakak Lee Philip Sanchez pun mengatakan hal yang sama. "Lee seperti tidak siap atau tidak mampu menyetujui untuk menerbitkan buku," katanya.
Tapi sejarawan Alabama Wayne Flynt yang juga kawan Lee mengatakan penulis tersebut memang menyetujui untuk menerbitkannya. Tapi kadang-kadang Lee memang memiliki masalah dengan memori jangka pendeknya.
Ketika ditanyakan, pikirannya terasa kosong dan 'berada di dunianya sendiri'. Flynt pun semat bertanya, "Kau pasti bangga akan menerbitkan novel baru."
"Apa yang baru?" tanya Lee.
"Novel barumu 'Go Set a Watchman'," jawab Flynt. Namun, ia justru berkata, "Sebenarnya saya tidak yakin apakah benar-benar ingin menerbitkannya atau tidak."
Sejak menerbitkan 'To Kill a Mockingbird' 55 tahun yang lalu, Lee memang berjanji buku tersebut akan menjadi karya terakhirnya. Ia tidak ingin menerbitkan buku terbaru lagi.
(tia/mmu)











































