Karya Agus Suwage di New Orleans Timbulkan Pertanyaan Politik

Karya Agus Suwage di New Orleans Timbulkan Pertanyaan Politik

- detikHot
Selasa, 06 Jan 2015 12:15 WIB
Karya Agus Suwage di New Orleans Timbulkan Pertanyaan Politik
Dok.New Orleans
Jakarta -

Seniman Agus Suwage menjadi salah satu bintang dalam festival seni bergengsi di New Orleans 'Prospect 3'. Ia memajang karya bertajuk 'Tolerance Wall' yang menyambut pengunjung ketika keluar dari lift di lantai tiga gedung Contemporary Arts Center.

Karya itu berupa potret dirinya berskala besar dengan lebar mencapai 15 meter, yang terbuat dari ratusan kaleng logam persegi panjang. Ia menyusunnya seperti batu bata. Di seberang dinding bata itu terdapat corong yang juga terbuat dari kaleng seperti sebuah megafon.

Karya Suwage tersebut merupakan fisik dan simbolik dari berbagai kepercayaan yang ada di Indonesia. Seperti Jawa, Kristen, Muslim, Hindu, Buddha, praktik animisme, dan upaya militerisme oleh rezim Soeharto pada 1967-1998.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam katalog juga dituliskan bahwa Suwage adalah seorang yang beragama Kristen namun pindah kepercayaan menjadi Islam. Dalam kehidupannya, terdapat kultur Tiongkok dan Jawa. "Hal ini terlihat dari telinga, hidung dan matanya dan simbol speaker audio. Indera ini dualisme dalam masyarakat fundamentalis."

Baca Juga: 10 Seniman Indonesia di Kancah Internasional 2014

Situs setempat menyebutkan bahwa karya seni Suwage mampu menimbulkan pertanyaan politik. Potret dirinya dianggap menjadi suram namun dalam lukisan terfragmentasi. Namun, wajahnya tampak optimis. Ia memakai kacamata tebal berbingkai dan bertopi fedora lebar.

"Suwage tersenyum dan melihat ke depan penuh percaya diri," tulis situs tersebut.

Selain Suwage, seniman Entang Wiharso juga memajang karya dalam festival seni New Orleans. Festival ini menampilkan 58 karya seniman dari berbagai negara. Karya-karya itu dipajang di 18 museum dan situs publik lainnya di New Orleans.

Para seniman dipilih oleh kurator seni kontemporer Los Angeles County Museum of Art (LACMA), Franklin Sirmans. Eksibisi ini juga menggelar pameran pop up lainnya yang tidak dikuratori oleh Sirmans. Pameran digelar hingga 25 Januari 2015 mendatang.

(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads