5 Buku Terbaik di Tahun 2014

5 Buku Terbaik di Tahun 2014

- detikHot
Senin, 29 Des 2014 12:26 WIB
5 Buku Terbaik di Tahun 2014
Jakarta -

Di penghujung tahun, BBC merilis lima buku terbaik dunia yang dirilis tahun ini. Seperti dilansir dari BBC, Senin (29/12/2014), buku-buku tersebut menampilkan beragam tema dan karakter. Di dunia, kelimanya mendapatkan tempat terbaik dan respon yang luar biasa dari publik.

Berikut di antaranya dari posisi lima sampai pertama:

Simak juga artikel 100 Momen Selebriti Indonesia!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stacey D'Erasmo "Wonderland"

Cerita bermula dari tur kembalinya bintang rock menjadi meditasi sebuah pekerjaan, ambisi, rasa cinta yang hilang hingga ditemukan kembali. Sebagai rocker indie, tokoh bernama Anna Brundage juga dihantui oleh kenangan masa lalu dan kemenangannya.

"Musik adalah air raksa, halus, dan seperti simbol kehidupan kupu-kupu," tulisnya.

Sang penulis D'Erasmo menulis novel ini dengan mendalam, impresionistik, dan memberikan pembaca kepada kesempatan kedua melalui tokoh utama.

Jane Smiley "Some Luck"

Novel yang direncanakan akan menjadi trilogi ini mengisahkan tentang kehidupan satu keluarga dari tahun 1920 hingga ke tahun 1950-an. Pasangan suami-istri Walter dan Rosanna Langdong memiliki lahan pertanian yang tiap tahunnya membawa kelimpahan maupun bencana. Di tengah gejolak budaya dan teknologi, kelima anaknya tumbuh.

Di tangan Smiley, ia berhasil menuliskan kisah keluarga dengan emosi yang kuat dan antisipasi akan masa yang akan datang.

Roxane Gay "An Untamed State"

Novel ini dimulai dengan momen horor. "Suatu waktu, aku diculik oleh sekelompok pemuda yang tak kenal takut. Mereka menawanku selama 13 hari... Mereka ingin membunuhku," tulis sang penulis Roxane Gay.

Cerita dari Roxane bukan soal pengalaman dari penculikan seorang wanita atau pengalaman dari si tokoh utama Mireille. Tapi tentang wanita yang bergerak maju, bertahan hidup dan belajar "menjadi seorang wanita".

Marilynne Robinson "Lila"

Sang penulis Robinson memenangkan penghargaan Pulitzer untuk buku terbaik yang berada di posisi kedua ini. Ia menceritakan tentang putra Pendeta John Ames yang menentang perbudakan sebelum masa Perang Saudara di Amerika Serikay.

Sedangkan 'Lila' adalah istri kedua dari Ames yang merupakan seorang yatim-piatu. Keduanya terlibat kisah cinta dengan prosa yang tak bisa ditebak. Robinson pun menampilkan salah satu era tersuram yang ada di Amerika.

Lily King "Euphoria"

Novel ini berhasil memenangkan penghargaan fiksi 'Kirkus Reviews'. Di dalamnya terdapat kisah segitiga antara antropolog Nell, Fen, dan Bankson. Setting yang mengambil era 1930-an ini juga menampilkan penelitian mereka di sepanjang Sungai Sepik di Papua.

Dalam kompetisi yang mematikan, Lily King menawarkan perspektif bervariasi yang kuat pada cerita inti dan ketegangan saat mengeksplorasi hutan di Papua.
Halaman 2 dari 6
(tia/tia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads