Kembalinya Budaya Era 90-an di Festival #AllYouCanArt

Kembalinya Budaya Era 90-an di Festival #AllYouCanArt

- detikHot
Rabu, 03 Des 2014 10:16 WIB
Kembalinya Budaya Era 90-an di Festival #AllYouCanArt
Dok.All You Can Art
Jakarta -

Puncak acara Festival #AllYouCanArt ke-5 sukses digelar di Borobudur Plaza (ex diskotek Jogja Jogja), Yogyakarta, akhir pekan lalu. Festival kali ini bertajuk RE-INCARNATE yang bertujuan mengundang kembali komunitas kreatif yang pernah terlibat dari Januari hingga November 2014.

Lokasi yang dipakai pun terbilang sangat unik. Jogja Jogja atau JJ adalah sebuah klab malam legendaris yang jaya di era 90-an. Tempat ini terakhir digunakan pada 2004-2006. Saat itu, muncul Peraturan Daerah (Perda) tentang diskotek, JJ pun 'tertidur' kurang lebih selama 8 tahun. Setelah dipakai untuk berfestival, diskotek tersebut akan dibongkar dan menjadi tempat kuliner.

Festival yang digelar oleh berbagai komunitas kreatif di Yogyakarta ini mengusung kembali budaya era 90-an. Mulai dari The Grunge, Skidz and Zubaz, sampai Overall Denim. Ditambah dengan balutan musik komunitas yang membawakan lagu-lagu lawas dan dimeriahkan oleh tampilan grup musik 'Matanya Lelaki' yang membawakan lagu Karma Chameleon. Farid Stevy FSTVLST juga ikut naik panggung untuk sekedar bernyanyi bersama malam itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan cuma dari segi musik saja nuansa 90-an yang kami hadirkan tapi juga ada bazar kaset dan piringan hitam oleh beberapa komunitas seperti Doggy House Records dan YesNoWave," ungkap humas #AllYouCanArt Tulifan Pejred kepada detikHOT, Rabu (3/12/2014).

Selain itu, festival ini pun diisi oleh pameran kamera analog dan poster film di era 90-an. Sedangkan untuk membangkitkan kembali nuansa disko, #AllYouCanArt turut menampilkan DJ Mosescrues, DJ Gatolatex, dan juga FDJ Diana Luvv yang dulu adalah salah satu FDJ Jogja Party Abiz (JPA).

Festival ini ditutup oleh Konspirasi Horizontal salah satu duo yang membawakan lagu-lagu lawas yang diolah ke dalam versi DJ sehingga pengunjung pun dapat merasakan kembali ajojing dan sing a long bersama-sama. Tahun depan, festival ini akan kembali menggelar karya-karya terbarunya dengan lebih besar, baru, dan juga tidak kalah unik.

(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads