Dalam sebuah wawancara yang dilansir dari berbagai sumber, Selasa (28/10/2014), ia menarik perkatannya. "Siapa saja yang merugikan anak untuk keuntungan atau kesenangannya dan ikut berkomentar di online atau tidak, harus dihukum sosial. Dan saya meminta maaf," ujarnya.
Buku-buku karangan Grisham terjual lebih dari 250 juta sejak 'A Time to Kill' diterbitkan pertama kali di tahun 1988. Tak hanya menjadi novelis tapi ia juga mantan politikus dan pensiunan pengacara Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil perkataannya memicu persepsi lainnya dari berbagai pihak. Bahkan organisasi advokat anak-anak ikut mengkritiknya kala itu.
"John Grisham mengingatkan kita mengapa dunia tempat yang berbahaya bagi anak-anak. Meski hanya komentar foto namun ia sudah menyudutkan anak itu," ungkap Peter Sanders, kepala eksekutif Britainβs National Association for People Abused in Childhood.
(tia/mmu)










































