Mereka hanya menggunakan akun Instagram untuk penyebaran aktivitas. Pendiri ABCD Henri Kurniawan mengatakan sejak setelah bulan puasa, pop up untuk publik menggunakan Instagram.
"Kita memang selalu menginfokan kegiatan jadwal buka dan tutup melalui Instagram," ucapnya kepada detikHOT beberapa waktu lalu.
Sayangnya banyak pecinta kopi yang mengira kios-kios kreatif di Pasar Santa buka setiap hari. "Padahal banyak yang hari tertentu saja," katanya.
Selain itu, kios buku yang bernama Post Santa juga melakukan promosi melalui akun Instagram. "Bisa jadi minggu depan kios kami tutup dan digantikan sama pameran, makanya info lewat Instagram," ungkap Teddy Kusuma, pendiri kios buku.
Apakah kesuksesan tongkrongan Pasar Santa karena Instagram? Menurut Kepala Pasar Santa Bambang Sugiharto media sosial memang menjadi senjata ampuh untuk promosi.
"Dalam waktu beberapa bulan, kios-kios kami di atas habis disewa. Dan antar mulut dari komunitas juga menjadi senjata," kata Bambang.
So, bagaimana tertarik mengetahui informasi tempat tongkrongan ngehip ini? Tengok saja akun Instagram Pasar Santa setiap harinya dan rasakan sensasi nongkrong ala pasar.
(tia/mmu)











































