Mural tersebut berwarna abu-abu dengan lambang hati yang terbentuk. Di sisi kanan dan kirinya terdapat tulisan 'We Love New York' dan 'Forever'.
"Brainwash datang kepada kami dan memberikan ide ingin membuat mural di sisi gedung Century 21. Kami sangat merasa terhormat," ungkap Isaac Gindi seperti dikutip dari berbagai sumber Jumat (12/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menghargai segala macam bentuk seni dan hal yang berkaitan dengan korban 9/11. Tapi karya Brainwash nampak mengerikan," katanya.
Ia menilai jika karya tersebut dibuatnya secara tergesa-gesa, ide visualnya terlalu klise dan biasa-biasa saja. Namun setelah mural tersebut berdiri di dekat World Trade Center banyak respons positif dari pengikut akun Twitter yang bernama Gothamist.
(tia/mmu)











































