Hal ini dikonfirmasi oleh Penerbit Henry Holt and Co. "Robin Williams adalah pahlawan budaya saya. Saya banyak melakukan komunikasi dan interaksi dengannya," ungkapnya seperti dikutip dari berbagai sumber, Kamis (228/8/2014).
Menurutnya Robin adalah seseorang yang murah hati, lembut, manusiawi, bijaksana, dan sangat lucu. Pada 2009 Itzkoff mewawancarai setelah Robin memenangkan Oscar di film 'Good Will Hunting'. Saat itu Robin sedang dalam masa penyembuhan ketergantungan alkohol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itzkoff yang bergabung dengan The New York Times pada 2006 telah menulis tiga buku lainnya yakni "Mad as Hell: The Making of Network" dan "Fateful Vision of the Angriest Man in Movies" yang diluncurkan pada Februari lalu. Serta "Cocaine's Son: A Memoir" yang diluncurkan 2011 lalu.
Selain biografi karya Itzkoff, terdapat biografi lainnya tentang Robin Williams yang ditulis oleh Emily Herbert. Judulnya 'Robin Williams 1951-2014: When The Laughter Stops'. Emily pernah menulis tentang Lady Gaga, Matt Smith, dan Michael Jackson.
(tia/mmu)











































