Novelis Jepang Haruki Murakami Kunjungi Festival Edinburgh

Novelis Jepang Haruki Murakami Kunjungi Festival Edinburgh

- detikHot
Kamis, 21 Agu 2014 16:16 WIB
Novelis Jepang Haruki Murakami Kunjungi Festival Edinburgh
Jakarta - Novelis terkenal asal Jepang Haruki Murakami adalah penulis yang paling sulit dilacak keberadaannya. Ia tidak ingin muncul ke publik, diketahui kehidupan pribadinya, maupun jarang hadir saat perilisan buku terbarunya. Namun kabar terbaru, Murakami akan menghadiri perhelatan akbar Festival Edinburgh di Skotlandia.

Festival seni dan budaya yang selalu diadakan tiap musim panas ini memang mengundangnya sebagai salah satu sastrawan dunia. Rencananya ia akan menghadiri dua acara. Yakni, diskusi bulanan klub buku dari Guardian dan diskusi yang digelar oleh kritikus seni John Mullan.

Popularitas penulis novel 'Norwegian Wood' dan '1Q84' ini dihormati oleh pembaca dan kritikus budaya. Ia menjadi penulis satu-satunya yang mampu menjual satu juta kopi novelnya dalam waktu satu bulan. Ditambah lagi dengan nominasi untuk Nobel.

Pada 12 Agustus lalu, novel terbarunya 'Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage' baru saja rilis dan segera diterjemahkan ke berbagai bahasa. Kritikus budaya Mullan tentu saja akan mengobrol mengenai buku terbarunya.

"Ia menjadi tokoh utama dalam sastra dunia yang pantas untuk diperbincangkan di era ini," ungkap Mullan, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (21/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya ketika 'The Wind-Up Bird Chronicle' banyak pecinta buku menganggapnya sebagai karya masterpiece Murakami. Khususnya ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris di tahun 1997 silam. Pihak penyelenggara memprediksi para penggemar dari Murakami akan menunggunya di Festival Edinburg. Mereka sudah menyiapkan satu booth khusus bagi penggemar yang ingin meminta tanda tangannya.

"Saat Harry Potter booming kami menyediakan sudut khusus bagi Rowling dan penggemarnya. Ratusan penggemar mengantri. Mungkin saja adegan ini akan terulang kembali ketika Murakami datang," ungkap salah satu penyelenggara Festival Edinburgh.


(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads