Namun, uniknya yang menjadi perhatian dari para pengunjung adalah kepala anjing itu diibaratkan sebagai stang motor dan ada dua buah roda di bawahnya. Sedangkan di dalam lembaran kertasnya ada potongan adegan kecil lainnya.
Pembuatnya adalah seniman asal Kota Gudeg Yudha Sandy Wijayasakti. Ia merupakan lulusan Seni Grafis Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 2008. Serta merupakan salah satu dari seniman yang mengikuti residensi di Cemeti Art House.
Di sela-sela pameran, Yudha mengatakan ia menyukai binatang anjing dan sangat terinspirasi dalam membuat karya. "Banyak orang yang suka anjing. Jadi kenapa stangnya tidak digantikan dengan kepala anjing saja," ungkapnya kepada detikHOT.
Transportasi motor dianggapnya sebagai simbol dari kota metropolitan. Di kota kelahirannya motor pun menjadi angkutan utama. "Ke mana-mana orang di Yogya pakai motor dan telah mendominasi," ujarnya.

Oleh karena itu, Yudha memberikan judul karyanya 'Dominasi Motor'. Ia pun menggambar adegan demi adegan masyarakat kota. Di dalamnya juga terdapat kata-kata sindiran dan satir.
Seperti yang tertulis 'Awas hutan kita diserang' bersama pemandangan pepohonan yang roboh. Kalimat 'kerja pun tetap anarki' dengan pemandangan atasan dan bawahan yang kontras berbeda, dan gambar lainnya.
Karya yang termasuk digital print ini dibuatnya selama dua bulan. Dari konsep hingga proses penggambaran. Di tahun 2011, Yudha pernah mendapatkan juara 1 komik onlie yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Direktorat Kesenian Republik Indonesia.
Ia sudah memulai kiprahnya berkesenian sejak 2007 dengan pameran tunggal berjudul 'Muntah Jerapah', 'TOSERBA=Toko Serba Salah' di 2009, dan yang terbaru tahun lalu yakni 'Sixteen-Seventeen'.
(tia/mmu)











































