Situasi seperti itulah yang kadang membuat sebuah senyuman menyembul dengan terpaksa di wajah seseorang. Dan ini merupakan salah satu hal yang menjadi inspirasi dari seniman Korea-Amerika, Jennie Jieun Lee.
Ia mengeksplorasi keindahan dari senyuman yang pecah dan wajah yang meleleh dalam seri karyanya yang bertajuk Smile Purgatory.
Ini merupakan pameran keramik yang menunjukan sisi yang gelap dari medium ini. Dengan penggunaan media ini, Jennie mengeksplorasi zona antara humor dan rasa sakit, amatir dan ahli juga tradisi dan eksperimentasi.
"Aku melihat ada seorang model yang dibekukan bersama senyumnya untuk kamera, meski mereka tidak sedang merasa bahagia," jelasnya seperti dilansir situs pribadinya, Jenniejieunlee.bigcartel.com , Rabu (11/6/2014).
"Ini memunculkan ingatan saat aku mengalami depresi, aku selalu menangis saat melihat kaca lalu aku selalu berusaha membuat senyuman," tambahnya.
Karya Jennie yang berasal dari pengalamannya mengalami agoraphobia itu disajikan dalam sebuah pameran bertajuk Smile Purgatory. Pameran tersebut digelar 13 Juni hingga 11 OKtober 2014 di Galerie Lefebvre & Fils, Prancis.
(ass/mmu)











































