"Secara berkesenian seniman Sumatera Utara tidak kalah gilanya dengan seniman di Jawa yang kebanyakan galeri-galeri utama dengan arus utama berpusat di Pulau Jawa," katanya kepada detikHOT melalui surat elektronik beberapa waktu lalu.
Ketika Grace selesai berguru kepada seniman asal Belanda, Jan van Stolk selama tiga tahun di Oosterbeek dekat dengan Arnhem, ia kembali ke kampung halamannya.
Grace ingin membayar adat ulang sebagai seniman Batak perantauan. "Saya ingin membuat karya seni dan terlibat langsung di dunia seni rupa sehingga menjadi bagian sejarah. Paling tidak sebagai acuan berkesenian di Sumatera Utara," katanya.
Seniman yang awalnya kuliah hukum ini menamakan galeri seninya bernama Galeri Tondi. Dalam bahasa Batak Toba, kata 'Tondi' artinya adalah jiwa, ruh, dan spirit.
Galeri ini berlokasi di Jalan Keladi Buntu Nomor 6 dan dibangun 18 April 2006. Bangunan ini berdiri dari dana hasil seperempat gaji suaminya yang berprofesi sebagai sutradara film dokumenter.
Dari awal berdiri, setiap bulan selama empat tahun berturut-turut Galeri Tondi tak pernah berhenti memamerkan karya. Karya-karya seni yang dipamerkan berasal dari seniman Sumatera Utara, seniman Indonesia, hingga artis internasional.
(tia/ich)











































