Pengacara Lee telah meminta pengadilan untuk segera bertindak mengadili pihak museum sejak Mei lalu. Namun, museum justru meminta persyaratan tambahan yang tidak disepakati dari awal.
"Saya masih harus mengetahui apakah ada perjanjian yang dulunya sudah disepakati pada Februari lalu," ujar Hakim Distrik Amerika Serikat, William Steele seperti dilansir dari BBC, Rabu (21/5/2014).
Harper Lee adalah novelis klasik modern yang memenangkan hadiah Pulitzer. Novelnya diajarkan hingga ke sekolah-sekolah di Inggris dan Amerika Serikat.
Ia menuduh pihak museum mengambil keuntungan dari merk dagang Lee dan menjadikannya suvenir, tanpa persetujuannya. Barang yang dijual di toko museum adalah buku karyanya, celemek, dan pakaian bertuliskan novelnya.
Judul novel Harper Lee juga dimasukkan ke dalam halaman situs museum. Serta tak adanya kompensasi finansial kepada penulis. Kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pengadilan.
(tia/mmu)











































