Jika Anda mendekatinya, karya tersebut akan bergerak dan bercahaya. Tengoklah ke dalam kotak itu, maka akan terdapat gambar-gambar sebagai simbolisasi materialisme. Tak jauh dari situ, terdapat dua buah robot yang bisa dikendalikan dengan remote kontrol. Karya seni kreasi ThedeoMIXBLOOD ini memang membebaskan setiap pengunjung untuk memainkannya.
Di depannya, ada sebuah ruangan dengan minim cahaya. Di dalamnya, ada tirai putih. Silakan masuk, rasakan sensasi diramal oleh sistem komputer yang dirancangkan oleh XXLabs. Kemudian, pilihlah satu dari puluhan kartu berwarna warni dengan logo cakra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilanjutkan dengan sembilan karya seni instalasi 'Adicarita' karya Doni dan Hafez. Bukalah rumah pop-up dari setiap objek dan simaklah hasil yang didapatkan. Bisa mengeluarkan bebunyian maupun bergerak atau kinetik.
Semuanya adalah hasil kolaborasi dari seniman-seniman Yogyakarta dengan Center for Art and Community Management (ARCOLABS) Surya University. Dalam eksibisi seni kontemporer berjudul 'Arbotics ini memang mengedepankan isu antara sains dan seni.
"Mereka menyajikan imajinasi, fantasi, retrospektif terhadap mitos, budaya, dan pembacaan makna identitas," ujar kurator pameran Jeong-ok Jeon di Dia.Lo.Gue Artspace.
Mayoritas membuatnya dengan metode kinetik, unsur interaktif, dan dalam bentuk instalasi. "Ada juga yang menyajikannya dengan meminjam metode robotik."
Pameran ini menjembatani antara seni dan sains. Seperti yang dikatakan oleh seniman Tommy Surya dari HONF, melalui karya seni kontemporer publik menjadi tahu sains secara sederhana. "Jadi tidak perlu menjelaskan secara rumit. Ini lebih interaktif," katanya kepada detikHOT.
Ke depannya, seni rupa tak hanya akan bergantung pada karya seni modern dan tradisional saja. Namun sains juga memiliki peranan penting di masa mendatang. Eksibisi ini akan digelar hingga akhir April mendatang.
(tia/ich)











































