Museum Tak Juga Diresmikan, Anak Pablo Picasso Marah Besar

Museum Tak Juga Diresmikan, Anak Pablo Picasso Marah Besar

- detikHot
Selasa, 06 Mei 2014 15:53 WIB
Museum Tak Juga Diresmikan, Anak Pablo Picasso Marah Besar
Salah satu sudut Museum Picasso yang selesai sebagian,
Jakarta - Pemerintah Prancis, sedang mencoba berdamai dengan anak dari pelukis Pablo Picasso setelah anak sang maestro itu menuduh pemerintah dan pengelola museum mempermalukan ayahnya dengan menunda pembukaan museum itu.

Museum Picasso tadinya adalah sebuah mansion dari abad ke 17 di Marais sebuah distrik di Paris. Museum ini tadinya akan dibuka pada bulan Juni mendatang, setelah direnovasi selama lima tahun terakhir. Renovasi itu telah menghabiskan 52 juta euro atau sekitar $72 juta. Namun Kementerian Kebudayaan mengatakan tidak akan ada pembukaan sampai pertengahan September. Meski itu berarti melewati musim kehadiran turis.

"Saya sangat marah dan sangat prihatin," kata Claude Picasso, 66 tahun, anak lelaki Pablo Picassso kepada koran Le Figaro, seperti dikutip Reuters (5/5/2014). Picasso dianggap seniman besar pada abah ke 20.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mendapat kesan, Prancis tak peduli pada ayahku ataupun aku," kata Claude hanya beberapa saat sebelum pemerintah menyatakan menunda peresmian hingga September.

Sejak berdiri tahun 1985, koleksi Museum Picasso mencakup hampir 300 lukisan. Termasuk lukisan 'Self Portrait' dari awal karir Picasso, hingga lukisan 'Matador' dan beberapa lukisan yang diselesaikannya sebelum meninggal pada tahun 1973. Ada pula 250 patung, lukisan relief dan beberapa karya seni lain.

"Apa kemungkinan kepentingan Kementrian Kebudayaan untuk menunda pembukaan kembali dan memfungsikan salah satu dari museum paling populer?" demikian Kementrian Kebudayaan menyanggah tuduhan dari kelurga Picasso itu.

"Kementrian berharap semua orang bisa mengenyampingkan kepentingan pribadinya dan berbagai antusiasme sampai proyek ini bisa komplit."

Kementrian juga menjelaskan bahwa penundaan itu sebagian akibat proses perekrutan penjaga baru, selain ada 40 bidang yang membutuhkan tenaga kerja untuk menjaga museum itu. Sementara kementrian juga mengakui ada keterbatasan dana dalam menjalankan museum itu.

Staf Perdana Menteri Manuel Valls, tidak bisa dihubungi untuk mengkonfirmasi rencana Claude Picasso menemui sang perdana menteri, seperti dilaporkan Le Monde. Namun harian Prancis itu mencatat jika ada orang yang bisa menenangkan Claude Picasso maka Valls lah orang yang paling tepat. Mengingat Valls sendiri adalah putra seorang pelukis Spanyol yang beremigrasi ke Prancis.





(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads