Mudji Sutrisno Ungkapkan Religiusitas Lewat Goresan Tinta Hitam

43 Perupa dalam 'Kasih Tak Bertepi' (2)

Mudji Sutrisno Ungkapkan Religiusitas Lewat Goresan Tinta Hitam

- detikHot
Senin, 05 Mei 2014 10:21 WIB
Mudji Sutrisno Ungkapkan Religiusitas Lewat Goresan Tinta Hitam
(Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Jakarta - Awal Januari lalu, budayawan Romo Mudji Sutrisno baru saja memamerkan karya tunggalnya 'Dari Stupa ke Stupa' di Galeri 3, TIM, Jakarta Pusat. Kali ini, ia kembali memajang empat sketsa terbarunya dan satu sketsa lama.

"Sketsa Salib adalah salah satu yang terbaru," katanya kepada detikHOT di sela-sela pameran bertajuk 'Kasih Tak Bertepi' akhir pekan lalu.

Pria yang akrab disapa Romo Mudji tersebut membuatnya usai pameran tunggal pertamanya. Di karyanya, ia membentuk goresan kuas hitam seperti lambang Salib. Di atasnya, terdapat bulatan laiknya kepala dan garis kedua kaki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sampingnya, terdapat goresan sketsa sederhana yang dinamainya 'Ave Maria'. Ia membuatnya tahun lalu. "Yang ini sketsa lama, sebelum pameran tunggal sudah dibuat," ungkapnya.

Di pameran tunggalnya, ia mengetengahkan karya bertemakan religiusitas dan agama. Seperti stupa di Candi Borobudur, Katedral, dan simbolik lainnya. Dalam 'Kasih Tak Bertepi' ia masih menunjukkan simbol lintas agama tersebut.

Seperti dalam sketsa 'Quo Vadis; Ke mana Tuhan Bangsa Ini?" dan 'Pencari Terang'. Keduanya membentuk manusia sedang bersimpuh berdoa kepada-Nya. Di atasnya juga ada bulatan kuas hitam.



Romo Mudji juga menjelaskan bahwa mulai stupa ke stupa, masjid, katedral, dan rumah ibadat lainnya mengandung sikap memuliakan-Nya dengan cara masing-masing. Pastinya, para seniman yang ikut memamerkan karyanya ini memiliki kasih yang tak bertepi terhadap-Nya.

"Seperti yang ada di dalam lukisan, instalasi seni, dan karya lainnya yang unik dan sebagai ungkapan pengalaman religius dari mereka," ujarnya.

(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads