"Tidak ada seorang pun seniman yang memiliki dampak dramatis pada potretur Inggris. Ia yang memutuskan untuk mengubahnya, dari pendekatan formal di lukisan Tudor dan Jacob, membangun alunan distingtif, dan gaya lukisan yang pada akhirnya mendominasi potretur di abad 20."
Sir Anthony Van Dyck lahir di Antwerp. Dalam karirnya berkesenian, ia sempat menjadi pelukis di persidangan untuk Raja Charles I di London pada 1632.
Kerajaan memberinya penghormatan, sebuah rantai emas dan gaji 200 Euro untuk potret menakjubkan yang ia buat, karena Raja merasa lukisan potretnya menjadi berkarakter kuat sekaligus simpatik.
Selama di Inggris ia hanya pernah membuat tiga lukisan potret dirinya, dan lukisan yang kini menjadi perhatian dunia adalah lukisan potret dirinya menjelang ajal, dan yang terakhir yang bisa diselamatkan.
Lukisan ini dibuat sesaat sebelum ia wafat di usia 42 tahun di tahun 1641. Selama ini lukisan tersebut disimpan di sebuah tempat dengan frame bergaya Italia dan Inggris, dilengkapi ukiran bunga matahari.
Pada 2009, lukisan ini dijual sekitar 8,3 juta Euro di balai lelang. Kemudian lukisan ini mulai ditayangkan online untuk kembali dilelang. Sampai pada akhirnya ada lembaga yang peduli akan kelestarian karya seni rupa Inggris dan menemukan kembali potret diri Van Dyck yang hilang.
Kini, National Portrait Gallery telah sukses mengumpulkan dana hingga 10 juta Euro, demi mendapatkan lukisan ini. Serta menyimpannya menjadi bagian dari koleksi National Potrait Gallery.
Dengan bantuan publik dan melibatkan sekitar 10 ribu donatur, hal ini akhirnya terwujud. Lukisan ini disebut sebagai "Salah satu lukisan potret diri terbaik dan yang paling penting dalam seni Inggris."
Pemilik lukisan ini sebelumnya adalah kolektor seni, James Stunt. Ia tadinya mematok harga hingga 12,5 juta Euro. Namun ia menurunkannya jadi 10 juta Euro, setelah menyaksikan sendiri bagaimana kegigihan masyarakat agar lukisan itu tetap berada di Inggris.
Kini, publik bisa melihat lukisan tersebut dipampang di National Portrait Gallery, London hingga akhir Agustus. Nantinya, ia akan dibawa tur keliling dunia selama tiga mulai tahun 2015 mendatang.
(ass/utw)











































