Bung Karno, Kolektor Seni Rupa Pertama di Indonesia

Cerita Para Kolektor Karya Seni (1)

Bung Karno, Kolektor Seni Rupa Pertama di Indonesia

- detikHot
Rabu, 23 Apr 2014 09:20 WIB
Bung Karno, Kolektor Seni Rupa Pertama di Indonesia
(Dok. Salihara / wikipedia)
Jakarta - Kolektor dan karya seni menjadi mata rantai yang tak terpisahkan. Ia terikat satu sama lain, saling membutuhkan dan menguntungkan. Sebuah karya seni yang baik dan artistik, tak selalu mampu hidup tanpa kolektor yang menggandrungi, membeli, memelihara dan menyimpannya dengan baik.

Seperti yang dikatakan oleh pendiri Oei Hong Djien (OHD) Museum, Magelang dalam buku 'Seni dan Mengoleksi Seni', bagi seorang kolektor sejati yang utama adalah kualitas seni itu sendiri.

Sebuah karya yang berkualitas tinggi, apa pun alirannya dan dari mana pun datangnya, akan menarik perhatian. Tidak masuk akal untuk tidak bisa mengapresiasi karena tidak mengoleksinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, siapakah kolektor pertama karya seni rupa di Indonesia? Apakah dimulai sebelum kemerdekaan atau setelahnya? Serta apa yang menjadikan para kolektor hingga kini masih mengoleksi karya seni meski harganya sampai milliaran?

Kali ini, detikHOT akan mengulik kisah di balik seni mengoleksi karya seni. Beberapa kolektor di bawah ini akan mengisahkan pengalaman pribadinya menyukai seni rupa. Hingga rela merogoh kocek tanpa pikir panjang.

***

Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno tak hanya menjadi pahlawan dan proklamator kemerdekaan saja, tapi ternyata ia merupakan kolektor pertama. Menurut Syakieb Sungkar, Bung Karno mengoleksi karena senang.

"Saya juga mencari tahu, apakah ia mulai mengkoleksi dari sebelum atau sesudah kemerdekaan? Ternyata dari sebelum tahun 1945," ujar Syakieb salah seorang kolektor seni rupa di Serambi Salihara, Selasa pekan lalu (15/4/2014).



Syakieb pun menjelaskannya bukti penemuannya. Ketika pembacaan teks proklamasi di kediaman pribadi Bung Karno, di belakangnya terdapat sebuah lukisan berjudul 'Belajar Memanah' karya Henk Ngantung.

Bung Karno juga orang yang tekun mengumpulkan lukisan, membelinya, menyimpannya, mengurasinya dengan gayanya sendiri. Serta mempertontonkan koleksinya kepada orang lain baik tamu dalam negeri maupun internasional.

"Artinya ia orang pertama yang mengajarkan kepada Indonesia bagaimana caranya mengoleksi," ujar Syakieb.

Soekarno, disebut Syakieb lebih menyukai gaya lukisan naturalisme dan realisme. Di masanya, Bung Karno justru tidak mengoleksi karya Raden Salah melainkan pelukis-pelukis asal Eropa.

Di antaranya, Le Mayeur de Mepres, Antonio Blanco, Walter Spies, Wilhelmus Jean Frederict Imandt, F.Amorsolo dan sebagainya. Koleksinya bisa dilihat dalam buku yang disusun oleh Lee Man Fong.

Tak hanya menjadi kolektor, namun menurut Maya Sujatmiko ia juga pelindung bagi para seniman di era tersebut. Ia dekat dengan seniman yang berasal dari sanggar Seniman Indonesia Muda (SIM) yang dipimpin S.Sudjojono.

"Ia mendukung karya mereka dan ikut mempromosikan para seniman dengan berkunjung ke studionya dan menganjurkan mereka mengoleksi karya-karya dari seniman SIM," katanya.





(tia/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads