Idolakan Jagoan Masa Kecil, Seniman Yogyakarta Ini Makin Kreatif Buat Karya

Dari Mainan Anak-Anak Jadi Karya Seni (8-Habis)

Idolakan Jagoan Masa Kecil, Seniman Yogyakarta Ini Makin Kreatif Buat Karya

- detikHot
Rabu, 16 Apr 2014 15:10 WIB
Idolakan Jagoan Masa Kecil, Seniman Yogyakarta Ini Makin Kreatif Buat Karya
Jakarta - Masa kecil Rennie Agustine selalu diwarnai dengan bacaan dan tontonan tokoh-tokoh kartun. Setiap pagi dan sore hari, ia selalu menunggu tontonan tersebut bersama kawan-kawannya.

Terkadang ia bermain laiknya sedang memerankan sebuah drama yang dikarangnya sendiri. Entah itu karakter kartun Mickey dan Minie Mouse, Batman, Superman, Wonderman, dan sebagainya.

Pengalaman masa kecil ini mempengaruhinya dalam membuat karya. Bagi lulusan Seni Rupa di Universitas Pendidikan Indonesia ini setiap orang mampu menjadi siapa saja termasuk pahlawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Superhero tidak hanya memerangi kejahatan seperti kita lihat di film, tapi hal-hal kecil sehari-hari pun kita dapat menjadi pahlawan bagi orang lain, lingkungan ataupun diri sendiri," katanya kepada detikHOT, Selasa (15/4/2014) melalui surat elektronik.



Karenanya wanita yang akrab disapa Emonk ini membuat dua pameran tunggal pada 2008 dan 2011 lalu dengan karakter kartun yang disukainya. Di pameran pertamanya berjudul 'Everyday is 'MON'day' dan yang kedua 'Everyday is 'MON'day #2'. Dua-duanya digelar di Yogyakarta.

Uniknya, pengambilan karakter kartun maupun superhero dengan akhiran 'man' diparodikannya menjadi 'mon'. "Pas banget dengan nama panggilan saya eMON."
Pameran dengan tema imajinasi anak-anak ini juga pernah diikutinya dua tahun lalu di Jakarta dengan tema 'Imaginary World: Childish Inspired'.



Dalam membuat karya, Emonk mencampur beberapa teknik dan juga bahannya. Seperti dakron yang biasa digunakan untuk boneka diterapkannya pada karya dua dimensi. Serta menggunakan teknik jahit, tempel, lukis dan lain-lain.

Karya seninya banyak tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Perancis, dan Australia. Kolektor pertama yang membeli karyanya berasal dari Perancis.

(tia/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads