Terkadang ia bermain laiknya sedang memerankan sebuah drama yang dikarangnya sendiri. Entah itu karakter kartun Mickey dan Minie Mouse, Batman, Superman, Wonderman, dan sebagainya.
Pengalaman masa kecil ini mempengaruhinya dalam membuat karya. Bagi lulusan Seni Rupa di Universitas Pendidikan Indonesia ini setiap orang mampu menjadi siapa saja termasuk pahlawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karenanya wanita yang akrab disapa Emonk ini membuat dua pameran tunggal pada 2008 dan 2011 lalu dengan karakter kartun yang disukainya. Di pameran pertamanya berjudul 'Everyday is 'MON'day' dan yang kedua 'Everyday is 'MON'day #2'. Dua-duanya digelar di Yogyakarta.
Uniknya, pengambilan karakter kartun maupun superhero dengan akhiran 'man' diparodikannya menjadi 'mon'. "Pas banget dengan nama panggilan saya eMON."
Pameran dengan tema imajinasi anak-anak ini juga pernah diikutinya dua tahun lalu di Jakarta dengan tema 'Imaginary World: Childish Inspired'.

Dalam membuat karya, Emonk mencampur beberapa teknik dan juga bahannya. Seperti dakron yang biasa digunakan untuk boneka diterapkannya pada karya dua dimensi. Serta menggunakan teknik jahit, tempel, lukis dan lain-lain.
Karya seninya banyak tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Perancis, dan Australia. Kolektor pertama yang membeli karyanya berasal dari Perancis.
(tia/utw)











































