Satu lukisan menampilkan obyek tunggal, seorang wanita sedang menari legong. Di lukisan lain sekumpulan wanita membawa sesaji, anak kecil pria memakai udeng atau ikat kepala khas Bali, aktivitas adu ayam, dan sebagainya.
Pameran yang bertajuk 'Banten' atau dalam bahasa Bali berarti persembahan atau dedikasi ini dibuat Jan Peter van Opheusden lantaran ketertarikannya dengan budaya Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang terdapat dalam lukisan 'Upacara di Pantai', 'Barong', 'Nude', 'In Tune', 'Impressions' dan lain-lain. Kertas emas ini memiliki simbol tersendiri bagi Jan Peter.
"Emas menjadi sumber daya bagi warga Indonesia. Ia juga memberikan andil penting di perekonomian bangsa," katanya kepada detikHOT, tentang mengapa dia menggunakan kertas emas ini di beberapa lukisannya. Selain memang tujuannya untuk mempercantik dan menambah nilai artistik di dalamnya.
Pengamat seni rupa asal Perancis, Jean Couteau juga mengatakan memang Jan Peter menyukai kertas emas ini dan ada dalam karya-karya sebelumnya. "Ia mempersentasikan emas itu dekat dengan budaya Indonesia. Makanya ia menggunakannya," ujarnya.
Bahkan pemilik Galeri Monet, Berlin Lambert Monet mengatakan dalam pengantarnya jika melalui lukisan-lukisan Jan Peter bisa terwakili pandangan dan pengungkapan rasa cintanya yang sangat mendalam atas hakekat kehidupan.
Sang pelukis mampu menuangkan gerak rasa dan jiwa pribadinya secara utuh untuk menggiring tampilan keindahan, kekuatan, serta harmoni. Karya-karyanya juga selalu memberikan kesan riang, dalam, dan didominasi warna yang tajam.
(tia/utw)











































