Ah, ternyata suara-suara berasal dari adik-adiknya yang masih kecil. IDP bahkan kelihatan sangat terlibat dengan pendidikan dan perkembangan para adik. Berada di lantai dua rumahnya, kesan itu lebih terasa. Ia membalut dinding di lantai dua dengan warna abu-abu yang lebih muda, dibandingkan lantai bawah.
Di lantai ini pula adik-adiknya kerap menghabiskan waktu. "Di sini biasanya adik aku yang usia 10 tahun main Playstation," jelasnya kepada detikHOT (13/3/2014).
Adik bungsu IDP, Cici Asmini Nuraulia, 5 tahun, juga diakui IDP cukup dimanjakan. Di rumahnya ini, mainan milik Cici ada di beberapa tempat. Misalnya di taman belakang, perosotan plastik seta mobil-mobilan milik Cici ada disana.
"Ada banyak mainan Cici di sini, dia kan anak perempuan dan bungsu jadi perlengkapannya lebih banyak. Tapi aku suka mainan yang lebih kreatif dan aktif." Tak heran, sesampainya di lantai dua. Ada sudut khusus untuk Cici belajar.
Ini ditandai dengan meja belajar yang lengkap dengan kursi juga papan tulis yang semuanya terbuat dari plastik warna-warni. Semua perlengkapan belajar Cici pun membentuk sebuah sudut sendiri. Di sini, adik IDP itu juga boleh memajang karya gambar yang ia buat.
"Dia kan sudah TK, jadi diharuskan untuk latihan gambar dan belajar di rumah," jelasnya. IDP merasa wajib memantau perkembangan adik-adiknya dan kerap mendukung semua kreasi adiknya, karena menurut IDP anak sekarang perkembangannya lebih cepat.
Dalam soal mainan yang butuh aktifitas gerak tubuh ini, salah satunya juga karena IDP tak begitu suka bila adik-adiknya terpatok dengan gadget.
"Dia dulunya suka banget main iPad dan segala macam gadget. Tapi sekarang aku mulai khawatir kalau sering kasih mainan yang sifatnya digital, jadinya paling dia boleh main ini satu atau dua minggu sekali. Mamaku juga enggak kasih mereka terlalu banyak main gadget."
IDP pun sadar, risiko memiliki adik-adik yang masih kecil, konsep rumah dengan desain yang ia terapkan pastinya meluntur. Belum lagi menurut IDP, rumahnya seakan tidak pernah bisa rapih.
"Kan namanya rumah ada anak kecil jarang banget bisa rapi banget gitu, ada banyak juga tembok yang dicoret-coret sama adik aku," ujarnya.
Namun bagi IDP ini, bukan masalah. Ia sudah menargetkan bahwa setiap dua tahun sekali rumahnya musti direnovasi agar tetap cantik.
(ass/utw)











































