Uniknya, Mural 'Barisan Pengingat' Yogyakarta Gunakan Konsep TTS

Uniknya, Mural 'Barisan Pengingat' Yogyakarta Gunakan Konsep TTS

- detikHot
Kamis, 13 Mar 2014 12:08 WIB
Uniknya, Mural Barisan Pengingat Yogyakarta Gunakan Konsep TTS
Salah satu mural 'Barisan Pengingat' Yogyakarta (Dok.Barisan Pengingat)
Jakarta - Setelah mendeklarasikan gerakan 'Barisan Pengingat' di Jakarta Januari lalu, kini giliran kota Yogyakarta. Penggagasnya, Okky Madasari mengatakan jika mural sebagai bentuk pengingat ini sudah dibuat di tiga lokasi.

"Sampai hari ini baru tiga, rencananya akan ada lima mural di lima titik lokasi," katanya kepada detikHOT di Hong Kong Cafe, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu malam (13/3/2014).

Lokasi tersebut adalah di perempatan ring road Jalan Paris, jalan masuk ke Progo Lama, jembatan rel kereta api dekat Malioboro atau kawasan Kewek, selatan pom bensin Jalan Taman Siswa (Tamsis), dan perempatan Pingit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uniknya, mural kali ini menggunakan konsep penggambaran Teka Teki Silang (TTS) di dalamnya. Ada dinding yang digambar dengan pertanyaan dan bisa dijawab. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di Jakarta.



"Iya, kalau di Jakarta pakai penokohan Wiji Thukul dan Rendra. Tapi dari pihak Barisan Pengingat Yogya secara ide mau pakai cara TTS. Kami bicarakan, lalu mereka jalan," katanya.

Lanjutnya, Okky menjelaskan dalam mural di Yogyakarta tak ada gambar tokoh dengan kutipan sajaknya. Namun, justru dibuat secara TTS menurun dan mendatar. "Inilah uniknya."

Mural Barisan Pengingat ini mengambil tema 'Indonesia Siapa yang Punya' dengan berbagai tokoh yang dimunculkan. Di antaranya jurnalis Yogya yang dibunuh yakni Udin, aktivis buruh Marsinah, penyair yang hilang di era 1998 Wiji Thukul, dan lain-lain.

Acara ini akan dilaksanakan 16 Maret mendatang di pelataran Taman Budaya Yogyakarta. Serta akan diisi oleh berbagai kegiatan seperti pentas seni jathilan, workshop sablon, pemutaran film 'Kamisan', pentas musik, dan bazaar komunitas.

Juga diskusi publik yang tak kalah penting dengan tema 'Indonesia Siapa yang Punya' akan diisi oleh berbagai narasumber. Di antaranya Ari Sudjito, Tunggal, Haris Azhar (KONTRAS).

Ke depannya, setelah Jakarta dan Yogyakarta, gerakan ini akan merambah ke Makassar, Bandung, dan kota lainnya di Indonesia.



(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads