Misalnya pada upacara pernikahan, ungkapan bela sungkawa, perayaan hari jadi atau sekedar untuk menyatakan ungkapan cinta.Bahkan juga mewarnai ragam ritual agama dan budaya yang ada.
Sebenarnya tak sembarang tangan bisa merangkai bunga dengan apik dan indah. Bak melukis maupun bermusik, kreasi ini membutuhkan bakat, referensi, latihan dan ketekunan untuk berkembang. Kali ini, detikHOT sajikan serba-serbi dari profesi perangkai bunga hingga perkembangannya yang paling terkini di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu perangkai bunga dan interiorscaper di Indonesia adalah Lusi Ismail. Perempuan dengan nama lengkap Ekanti Lusi Sulistiowaty yang biasa dipanggil Lusi ini bisa dibilang tak pernah menyangka akan menjalani profesi ini. Walau memang ia adalah lulusan Agronomi di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Namun dalam meniti karirnya selama ini, ia justru bekerja di bidang yang sama sekali jauh. "Aku sudah melalang buana, sudah kerjain segala rupa. Dari mulai Event Organizer, interior, dagang makanan, bangun gedung," ujarnya kepada detikHOT (07/3/2014) di kediamannya di kawasan Bangka, Jakarta Selatan. Setelah menyelami dunia merangkai bunga ia ternyata semakin jatuh cinta.

Pada tahun 2008 ia mendirikan PT. Edelweiss Cantiqa Lestari, sebuah lini bisnis yang bergerak di bidang penataan artistik ruangan. "Dan bunga itu sebagai media untuk sebuah rangkaian dari penataan."
Ia sudah mulai mendalami dunia ini setidaknya sejak tahun 2002, sebelum akhirnya membuka kantor khusus. Kini bahkan ia terus mengembangkan bisnisnya di bidang penataan dan penghijauan di dalam gedung.
Mulai dari perusahaan, kawasan kota di daerah, restoran hingga rumah mewah kini banyak yang menggunakan jasa Lusi. Ia bahkan sudah 10 tahun jadi bagian dari perangkai bunga di Istana Presiden yang ada di bawah naungan Asosiasi Perangkai Bunga Indonesia (ASBINDO).
Sejak tiga tahun terakhir, ia bertindak sebagai konsultan perencana dari desain rancangan bunganya. "Tiga tahun terakhir saya diminta untuk jadi konsultan perencananya. Kalau sekarang saya batasi di 17 Agustus dan untuk perencanannya saja."
Lusi pun sudah mengantongi banyak penghargaan di dunia flora. Salah satu yang paling membanggakan adalah meraih Guinness Book of World Record tahun 1997, untuk kategori merangkai bunga terbesar di dunia.
Dengan semua pengalamannya selama ini, Lusi menjelaskan alasannya tetap bertahan dan mencintai profesi ini. Salah satunya karena dengan profesi yang ia lakoni ini ia bisa menyuguhkan sesuatu yang cantik dan kaya akan nilai-nilai kehidupan.
"Alam itu bagian dari tanggung jawab kita, di sini semakin banyak tantangan yang harus saya taklukan. Saya kerja untuk merealisasikan mimpi-mimpi orang lewat sesuatu yang indah," ujarnya.
(ass/utw)











































