Pistol Rajutan Dari Kantong Kresek Hitam ala Tisa Granicia

Mengolah Plastik Jadi Karya Seni (6)

Pistol Rajutan Dari Kantong Kresek Hitam ala Tisa Granicia

- detikHot
Rabu, 05 Mar 2014 14:36 WIB
Pistol Rajutan Dari Kantong Kresek Hitam ala Tisa Granicia
Jakarta - Jika Made Bayak membuat kanvas plastik untuk melukis, lain lagi dengan Tisa Granicia, 32 tahun. Seniman asal Bandung ini membuat karya seni berbentuk pistol dan dibuat dari kantong kresek berwarna hitam.

Karyanya berjudul 'I Don't Dream Violence' yang juga finalis dari Kompetisi Trimatra Salihara-Kemenparekraf bulan Februari lalu. Ia membutuhkan waktu mengerjakannya dua bulan.

"Saya sudah mulai menggunakan media plastik dari tiga tahun lalu," ujar wanita yang juga pendiri dari Kandura Keramik kepada detikHOT.

Dari sana, ia membuat berbagai bentuk patung maupun instalasi dari plastik hitam. Kantong kresek ini memang berbahaya jika digunakan sebagai pembungkus makanan.

"Saya juga membayangkan, mungkin saya bisa memperpanjang hidup si kantong kresek hitam ini sambil menunggu terurai," katanya.

Dengan menggunakan material plastik ini Tisa ingin menyampaikan pesan lingkungan. "Material untuk berkarya banyak sekali, dari mulai yang terlihat, teraba, tercium, sampai yang immaterial sama sekali. Semua tergantung dari senimannya," katanya

Serta si seniman ingin menyampaikan pesan dari material apa yang digunakannya. "Kalau saya pakai kantong kresek hitam karena ini yang paling sulit terurai. Ada pesan di dalamnya."

Karya ini sengaja dibentuknya dengan pistol. Pasalnya hal itu merupakan simbol dari kekuatan tapi sebenarnya lembek, besar tapi palsu, gagah tapi kemayu. Tisa pun mengambil bentuk dari senjata Browning High-Power 9mm yang digunakan oleh aparat di negara ini.

"Bentuk ini saya replika seperti aslinya tapi dengan material kantung plastik yang dirajut," kata lulusan dari jurusan Kriya Keramik, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia adalah salah satu seniman muda yang aktif dalam karya keramik. Sejarah berkeseniannya dimulai sejak ia mengadakan pameran perdana 'Freshmen Exhibition' bersama mahasiswa seangkatannya tahun 2000 silam.

Sedangkan pameran berkesan adalah ketika 2004 untuk pertama kalinya memamerkan karyanya di luar kampus dalam 'Seniman Muda Keramik Indonesia' di Galeri Nasional. Serta 2008 lalu, ia dinominasikan pada penghargaan 'Indonesia Art Award' yang diselenggarakan Galeri Nasional.

Rencananya, tahun ini ia akan melakukan pameran bersama dan tunggal. Meski belum diketahui spesifik kapan waktunya. "Bersama ada rencana, tunggal juga ada rencana, tapi masih belum bisa saya buka di sini. Masih rahasia, he..he..he.."

(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads