Banting Setir, Dari Penyanyi Event Jadi Pegawai Kantoran

Warna-warni Dunia Musisi Kafe (3)

Banting Setir, Dari Penyanyi Event Jadi Pegawai Kantoran

- detikHot
Jumat, 28 Feb 2014 10:47 WIB
Banting Setir, Dari Penyanyi Event Jadi Pegawai Kantoran
(dok.pribadi)
Jakarta - Pernah menjajal kerja kantoran, membuat Ian Delano kapok. Sarjana ekonomi ini mengatakan pekerjaan yang menuntut harus hanya duduk di belakang meja benar-benar tidak mencerminkan kepribadiannya.

Dia merasa menjalani pekerjaan di malam hari dengan menyanyi dari satu acara ke acara lain lebih memuaskan hati.

Namun tidak demikian halnya dengan Tri Yuniharto, 26 tahun. Pemain drum dan cajon di bandnya yang sudah manggung melanglang buana, kini malah memilih kerja kantoran di siang hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu ada ikut beberapa band, untuk yang bentuknya lebih rock itu nama band-nya Quatro terus dapat band yang alirannya lebih pop-jazz namanya Sendok Garpu," ujarnya kepada detikHOT (26/2/2014).

Semakin aktif di jalur musisi event, semakin ramai juga tawaran manggung yang datang. Mulai dari ajakan bermain di mall-mall, dari kafe ke kafe, hingga jadi pemain tambahan untuk band lain.

"Sempat main dengan band Amanda & Friend untuk main reguler di beberapa tempat dan sempat main jadi additional untuk Imela Kei."

Ajakan main di kafe-kafe atau restoran itu lebih banyak datang dari teman, ia jelaskan kadang temannya ada yang punya kafe atau kerja di sebuah tempat dan mengajaknya mengisi sesi musik di sana.

"Dan setelah sudah mulai masuk jenjang yang lebih serius, jadi ada yang manajeri kita. Jadi kita gabung di satu manajemen, dari situ kita dapat tawaran yang lebih banyak dari mulai kafe, acara-acara sampai resepsi nikahan," jelasnya.

Namun pada pertengahan tahun lalu, bisa dibilang Tri telah berhenti dari profesi ini. Ia banting setir menjadi pekerja kantoran di sebuah lembaga pemerintah.

Ia menjalani rutinitas sebagai pegawai kantoran dari pagi hingga malam menjemput. "Gue sekarang kerja kantoran. Tapi enggak menutup kemungkinan ke depannya," jelasnya.

Pada akhir pekan, Tri juga kadang masih menyambut tawaran manggung yang datang. Kadang dalam rangka nostalgia dan reuni, kadang untuk membantu gantikan temannya sesama drummer atau pemain cajon yang sedang berhalangan hadir.

"Kalau akhir pekan kadang masih terima tawaran dari teman-teman dekat, biasanya yang mainin alat musiknya sama kaya gue. Kalau mereka enggak bisa main, mereka suka minta tolong gantiin."

(ass/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads