Ya, binatang tersebut dipakai sebagai simbol aksi World Wildlife Fund (WWF) untuk melindungi spesies panda yang kian punah. Di sana, terdapat 1600 patung kertas hasil kreasi seniman asal Perancis, Paulo Grangeon.
Sebelumnya, ia pernah dipamerkan pada 2008 lalu dan sudah dipromosikan hingga ke seluruh dunia. "Saya membuatnya di kertas daur ulang," ujar Grangeon seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (25/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah 1600 tersebut merupakan total angka spesies panda yang diprediksi tersisa di dunia ini. Ia meletakkannya di dalam Teater Nasional, Taipei dan berhasil memukau para jurnalis yang meliput dan pengunjung yang bebas menikmati karya seni instalasinya.
Selain itu, Grangeon juga membuat karya seni instalasi berupa 200 patung beruang hitam 'Formosa'. Tujuannya, dalam rangka melindungi satwa liar tersebut. Serta ia meletakkan katak pohon hijau yang juga terbuat dari kertas daur ulang di tengah-tengah karya seni Grangeon.
(tia/utw)











































