Minus Kamera Pengaman, Museum Layang-Layang Indonesia Aman-Aman Saja

Menilik Museum Pribadi (7)

Minus Kamera Pengaman, Museum Layang-Layang Indonesia Aman-Aman Saja

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 24 Feb 2014 14:55 WIB
Minus Kamera Pengaman, Museum Layang-Layang Indonesia Aman-Aman Saja
Layang-layang perahu layar, salah satu kebanggaan museum. (Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Jakarta - Peristiwa pencurian yang terjadi di Museum Nasional beberapa waktu lalu, menjadi pembelajaran bagi managemen setiap museum di tanah air. Sama halnya dengan Museum pribadi Layang-Layang Indonesia di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Sejak dibuka bagi publik pada Maret 2003 lalu, museum ini hanya mengandalkan petugas keamanan yang berjaga di pos satpam. "Kami tidak pakai kamera CCTV," ujar pemilik Museum, Endang Ernawati, 63 tahun, kepada detikHOT tadi pagi.

Padahal di samping museum juga terdapat rumah pribadinya, serta bangunan tempat koleksi 800 kain tenun dan batik miliknya. "Alhamdulillah sampai sekarang tidak terjadi apa-apa," ujar ibu tiga anak ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Endang menjelaskan jika di museum pribadinya terdapat 20 orang karyawan mulai yang bekerja di kantoran, petugas kebun, pemandu museum, hingga satpam. Namun, ia menerapkan sistem kepercayaan kepada mereka.

Menurutnya, banyak para pekerja yang sudah bekerja di sana hingga belasan tahun. "Saya percaya orang yang datang ke sini tidak akan mengambil barang yang bukan miliknya." Oleh karena itu, barang koleksinya pun tak ada penjagaan sama sekali.



Padahal di dalam museumnya terdapat layang-layang dari yang harganya dari Rp 50 ribu hingga yang ratusan juta. Tapi Endang menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

Dari awal, dirinya memang fokus kepada pelestarian layang-layang dan mengajarkan budaya ini kepada para pengunjung dan masyarakat. Tentu saja, hal ini bukan karena ingin mengambil keuntungan dari museum.

Ia menjelaskan pada tiga tahun pertama, museum pribadinya ini disubsidi dari uang pribadi Endang. Namun, setelah itu justru museum sudah bisa membiayai sendiri.

"Meski gajinya tidak di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) tapi semuanya betah dan mau kerja belasan tahun di sini," ujarnya.

Ketika ditanyakan apakah ingin memasang alarm di museum dan rumah pribadinya? Endang menggelengkan kepalanya. "Tak usah, enggak usahlah. Saya niatnya baik. Tuhan juga pasti bantu," ujarnya singkat.

(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads