Punya Gelar Doktor, Wanita Ini Pilih Jadi Pole Dancer

Punya Gelar Doktor, Wanita Ini Pilih Jadi Pole Dancer

- detikHot
Senin, 17 Feb 2014 13:04 WIB
Punya Gelar Doktor, Wanita Ini Pilih Jadi Pole Dancer
dok. Dailymail
Newcastle - Punya gelar doktor bidang kimia dari University of Sunderland tak membuat Rebecca Slane mengubur kecintaan pada dunia tari. Dia bahkan memutuskan berkarir sebagai penari tiang (pole dancer).

Jas putih, kacamata, dan laboratorium kini sudah ditinggalkan. Rebecca tampil dengan imej baru sebagai Toxic Cherry, seorang penari tiang yang anggun memakai celana pendek, juga sepatu hak tinggi.

Seperti dilansir Dailymail, Senin (17/2/2014), Cherry tidak pernah menyesali keputusannya itu. Dia rela melepas profesi dosen kimia untuk mendirikan sebuah sekolah tari, Β Cherry Dance Academy tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menyelesaikan gelar PHD (doktoral) dan menjadi dosen di University of Sunderland sambil ikut kelas tarian menggunakan tiang," kata Cherry.

Inspirasinya datang dari seorang penari tiang asal Australia yang dianggap sangat seksi dan brilian. "Dia sangat seksi dengan punya bentuk tubuh yang bagus. Meliuk-liuk di tiang seperti itu terlihat indah dan saya khusus mengikuti kelasnya," ujarnya.



Banyak orang terkejut dan menyayangkan keputusan tersebut. Namun, ia tetap yakin melangkah karena gairah serta kecintaannya ada pada tari.Terbukti, kesuksesan berhasil diraih Cherry. Pada 2012, ia menyabet juara pertama kompetisi menari tiang paling bergengsi di Inggris, UK Pole Profesional Cup.

"Banyak orang tak suka dengan keputusan saya karena dianggap menyiakan pendidikan. Tapi, mereka salah. Saya cinta menari, saya juga cinta sebagai dosen.Tapi, passion saya memang menari," katanya.

Saat ini, Cherry Dance Academy memiliki 150 murid berusia antara 18 sampai 60 tahun. Mereka datang dari latar belakang berbeda. Ada yang pekerja kantoran hingga korban perkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Cherry sendiri bersyukur bahwa keputusannya memang tidak salah. Menari dapat membantu seseorang merasa lebih bahagia."Saya berinteraksi dengan korban perkosaan dan kekerasan. Jika menari bisa membantu mereka lebih bahagia, maka saya sudah melakukan pekerjaan saya," ujarnya.

(fip/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads